Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya pencegahan penularan Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan melalui program skrining gratis yang tersebar di seluruh puskesmas kota. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap tingginya tingkat penularan penyakit menular ini, yang masih menjadi ancaman serius bagi warga kota.
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, menekankan pentingnya deteksi dini dalam mengatasi penyebaran TBC. “TBC bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia,” kata Alwiati, Rabu (4/6/2025).
Oleh karena itu, lanjut dia, menjaga pola hidup sehat dan mengenali gejala sejak awal sangat lah penting bagi warga Balikpapan.
Menurut dia bahwa program skrining TBC yang dijalankan secara gratis ini menyasar kelompok masyarakat berisiko tinggi. Seluruh puskesmas di Balikpapan telah dilibatkan dalam kegiatan ini guna menjangkau lebih banyak warga.
“Jika mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, pilek, atau sesak napas, sebaiknya segera periksa ke puskesmas. Pemeriksaan ini ditanggung oleh program dari Kementerian Kesehatan,” terangnya.
Data dari Dinkes Balikpapan menunjukkan bahwa hingga April 2025, sebanyak 6.212 warga telah menjalani skrining, dengan hasil 833 orang dinyatakan positif dan 21 di antaranya meninggal dunia. Meski angka ini masih mengkhawatirkan, Dinkes terus mendorong warga agar tidak takut melakukan pemeriksaan.
Lebih lanjut, Alwiati menyampaikan bahwa tren kasus TBC dalam dua tahun terakhir juga menunjukkan masih tingginya jumlah penderita. Pada 2023 tercatat 3.120 kasus positif dari 17.213 yang diskrining, sementara pada 2024, dari 17.261 yang diperiksa, ditemukan 2.783 kasus positif.
Alwiati juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam penanganan pasien TBC. “Keluarga pasien juga kami periksa karena mereka termasuk kelompok rentan. Kami berikan pendampingan selama proses pengobatan berlangsung,” tegasnya.
Meski tergolong penyakit menular, TBC dapat disembuhkan jika pasien mengikuti pengobatan secara rutin. “Yang penting tidak putus minum obat dan rutin kontrol. Petugas kesehatan siap mendampingi sampai tuntas,” pungkasnya. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)












