Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Ketersediaan air baku di Waduk Teritip, Balikpapan Timur, terus menyusut hingga mendekati batas minimum operasional. Kondisi ini membuat Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) harus membatasi penyedotan air untuk mencegah gangguan teknis pada sistem pompa intake.
Direktur Utama PTMB Yudhi Sahruddin mengungkapkan, volume air yang saat ini dapat ditampung Waduk Teritip diperkirakan hanya tersisa 670 meter kubik. Sementara itu, batas dead storage atau ambang minimum air yang tidak lagi dapat dimanfaatkan berada di level 500 meter kubik.
“Perkiraan saat ini daya tampung Waduk Teritip hanya 670 kubik dan dead storage di level 500 kubik. Jika masuk level tersebut, kita sudah tidak bisa lagi mengambil air dari Waduk Teritip,” kata Yudhi Sahruddin.
Dengan kondisi tersebut, volume air waduk hanya berjarak sekitar 170 meter kubik dari batas minimum operasional. Penurunan air baku ini berdampak pada pelayanan distribusi air bersih di wilayah yang dilayani Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip. Sejumlah warga bahkan mengalami penghentian distribusi air selama beberapa hari.
Untuk mengantisipasi kondisi yang semakin memburuk, PTMB mengerahkan armada tangki guna menyuplai air bersih langsung ke permukiman warga. Perusahaan juga memindahkan unit pengolahan air bergerak atau IPA Mobile ke kawasan Gunung Tembak untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah timur.
“IPA Mobile ditempatkan di Gunung Tembak. Tadinya di utara dan kami pindahkan ke timur karena kondisi Waduk Teritip yang mengalami krisis. Ini menjadi bantuan untuk suplai ke warga melalui tangki,” tutur Yudhi.
Selain mengandalkan bantuan distribusi tangki, PTMB juga berupaya mencari sumber pasokan alternatif melalui eksplorasi sumur air tanah di kawasan timur Balikpapan. Langkah ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama ketersediaan air baku di waduk masih terbatas.
Yudhi berharap penurunan volume air Waduk Teritip tidak terus berlanjut hingga November 2026. Pihaknya menargetkan kondisi tampungan dapat kembali pulih pada November hingga Desember seiring meningkatnya curah hujan pada periode musim penghujan.
Di sisi lain, Direktur Teknik dan Operasional PTMB M Kohirudin menyampaikan rencana untuk memanfaatkan kembali aset instalasi pengolahan air lama di Teritip. Instalasi tersebut sebelumnya dinonaktifkan setelah beroperasinya IPA baru dengan kapasitas 220 liter per detik.
Menurut Kohirudin, pembangunan kembali IPA Teritip Lama direncanakan memiliki kapasitas 50 liter per detik. Upaya tersebut menjadi salah satu solusi jangka menengah untuk memperkuat pasokan air bersih ketika sumber air baku utama mengalami keterbatasan.
“Karena krisis air baku perlu mencari solusi, maka aset yang ada akan kita manfaatkan lagi dengan dibangun ulang IPA kapasitas 50 liter per detik,” ujar Kohirudin.
Rencana tersebut telah dikoordinasikan PTMB dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) Kalimantan Timur. Koordinasi dilakukan untuk mendorong percepatan penanganan keterbatasan air baku di kawasan Teritip.
Di tengah kondisi waduk yang terus menyusut, upaya penanganan darurat dan rencana penambahan kapasitas pengolahan air diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat Balikpapan Timur. (yud)






