Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kualitas udara Balikpapan menunjukkan perbaikan pada Minggu (18/10/2026) hingga Senin (19/10/2026). Setelah sempat berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (13/10/2026), kualitas udara kini berangsur membaik dan masuk kategori sedang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. Mengatakan perbaikan kualitas udara tersebut di pengaruhi oleh hujan yang mengguyur wilayah Balikpapan pada Minggu lalu. Hujan membantu mengurangi kabut asap yang sebelumnya menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Balikpapan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan hasil pemantauan melalui alat Air Quality Monitoring Station (AQMS) kualitas udara berada dalam kategori sedang. Dengan angka PM2.5 atau nilai indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai 85.
Kualitas Udara Balikpapan Sempat Memburuk, Pembelajaran Jarak Jauh Diterapkan
Sebelumnya, kondisi kualitas udara yang memburuk pada Selasa (13/10/2026) mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan. Untuk menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Rabu (14/10/2026).
Kebijakan tersebut di terapkan sebagai langkah untuk mengurangi paparan polusi udara terhadap para siswa. Ketika kondisi lingkungan belum mendukung aktivitas belajar secara langsung. Meski kualitas udara mulai membaik, masyarakat tetap di imbau untuk berhati-hati dan membatasi aktivitas di luar rumah. Terutama apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
DLH Imbau Warga Tetap Waspada terhadap Kabut Asap
DLH Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan menjaga kesehatan selama kabut asap akibat karhutla masih berpotensi memengaruhi kualitas udara. “Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat di imbau tetap menggunakan masker. Apabila tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap berada di rumah,” kata Sudirman, Senin (19/10/2026).
Meskipun hujan membantu memperbaiki kualitas udara, masyarakat di harapkan tidak lengah terhadap potensi munculnya kembali kabut asap. Warga disarankan terus memantau informasi kualitas udara dan membatasi kegiatan di luar ruangan apabila kondisi kembali memburuk.
Upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan tetap diperlukan selama dampak kebakaran hutan dan lahan masih berpotensi memengaruhi kualitas udara. (yud)












