Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Aksi damai ratusan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Samudera Sakti di depan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Kamis (10/9/2026), mendapat dukungan dari kalangan pelaku usaha kepelabuhanan.
Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Balikpapan menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan para pekerja. Namun ada satu pesan penting yang disampaikan asosiasi: perjuangkan hak, tetapi jangan dengan emosi.
Ketua DPC APBMI Balikpapan, Syakariah, menilai penyampaian aspirasi secara damai merupakan langkah positif dalam mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi TKBM.
Menurutnya, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak pekerja yang harus diberikan ruang, selama dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya sebagai Ketua DPC APBMI Balikpapan sangat merespons bahwa inilah yang kita inginkan kalau kita menyampaikan pendapat di muka umum. Jangan disertai dengan emosi, tetapi kita harus kepala dingin,” ujar Syakariah.
Syakariah secara terbuka menyatakan APBMI Balikpapan mendukung tuntutan TKBM, terutama menyangkut hak pekerja untuk terlibat dalam kegiatan bongkar muat.
“Iya, mendukung karena memang itu hak-hak dia. Sebagai pekerja, dia menuntut bahwa memang hak saya harus saya tuntut untuk terlibat di situ,” katanya.
Menurut dia, penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan kepala dingin justru membuka ruang lebih besar bagi semua pihak untuk mencari solusi.
Dukungan tersebut semakin kuat setelah KSOP Kelas I Balikpapan menerima dan menyetujui tuntutan yang disampaikan massa dalam audiensi.
Bagi APBMI, respons regulator tersebut menjadi sinyal positif bahwa persoalan yang menyangkut pekerja dan kegiatan kepelabuhanan dapat dibicarakan melalui jalur dialog.
“Saya dari asosiasi sangat berterima kasih kepada Bapak KSOP Balikpapan yang telah menyetujui, menerima apa yang diinginkan teman-teman dari SPTI pada hari ini,” ucapnya.
Syakariah menilai keputusan tersebut menjadi salah satu hasil positif dari aksi yang berlangsung secara damai dan terukur.
Ia juga menyinggung penerapan ketentuan mengenai keterlibatan TKBM dalam kegiatan bongkar muat di Balikpapan yang menurutnya sebelumnya belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Ya itulah, mungkin masih terlena. Sekarang sudah ada, sudah. Itu senang,” ujarnya.
Sebelum aksi berlangsung, Syakariah mengaku telah mengingatkan massa agar menyampaikan tuntutan secara santun dan tidak menggunakan cara-cara emosional.
Baginya, perjuangan menyampaikan aspirasi tidak harus berujung pada ketegangan. Justru dengan pendekatan yang damai, peluang untuk mendapatkan hasil yang baik semakin terbuka.
“Silakan sampaikan pendapat Anda, tetapi yang santun, yang damai. Karena kalau menyampaikan yang damai, insya Allah nanti hasilnya juga enak,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan pekerja bongkar muat bukan sesuatu yang diabaikan oleh pelaku usaha yang tergabung dalam APBMI Balikpapan.
Menurut Syakariah, kalangan pengusaha juga memiliki perhatian terhadap persoalan yang berkaitan dengan tenaga kerja bongkar muat.
“Pelaku usaha dari asosiasi sangat responsif,” pungkas Syakariah.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya ruang dialog dari berbagai pihak di tengah persoalan TKBM di Pelabuhan Balikpapan.
Bagi para pekerja, tuntutan tersebut berkaitan dengan hak untuk mendapatkan kesempatan terlibat dalam kegiatan bongkar muat. Sementara bagi pelaku usaha dan regulator, penyelesaian persoalan membutuhkan komunikasi serta penerapan aturan yang jelas.
Aksi Kamis itu pun menyisakan satu pesan kuat: aspirasi boleh keras, tetapi cara menyampaikannya tetap harus kepala dingin.












