Ajudan Gubernur Kaltim Diduga Terlibat Ketegangan dengan Mahasiswa, Polda Koordinasi dengan Propam

Lintasbalikpapan.com, SAMARINDA — Polda Kalimantan Timur (Kaltim) akan menelusuri dugaan keterlibatan seorang ajudan Gubernur Kaltim berinisial Briptu ART dalam insiden ketegangan dengan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda saat aksi unjuk rasa, Senin (19/10/2026).

Langkah tersebut menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan seorang ajudan yang mengawal Gubernur Kaltim terlibat insiden dengan mahasiswa. Polda Kaltim menyatakan akan mengonfirmasi kejadian itu kepada pimpinan satuan terkait dan berkoordinasi dengan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., mengatakan pihaknya belum mengambil kesimpulan sebelum memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut.

“Itu nanti saya konfirmasi ke Kasat Brimob-nya, kemudian nanti juga koordinasi dengan Kadiv Propam, nanti kita tindak lanjuti,” kata Tedy saat diwawancarai, Selasa (20/10/2026).

Tedy menyebut informasi awal yang diterimanya mengarah pada satuan Brimob. Karena itu, ia akan meminta klarifikasi kepada Kepala Satuan Brimob untuk memastikan duduk perkara insiden tersebut.

“Informasi dari Brimob. Dari Brimob ya, makanya itu nanti saya koordinasi atau konfirmasi kepada Kasat Brimob-nya berkenaan dengan kejadian tersebut,” jelasnya.

Ia menegaskan, tindakan arogan tidak sejalan dengan arahan Kapolri yang menekankan pentingnya hubungan baik antara polisi dan masyarakat. Menurutnya, anggota Polri harus menjalankan tugas secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan.

“Kita tidak arogan, kita tidak berkata bohong maupun kita apa, dalam hal pengungkapan kasus kita harus tetap berkeadilan,” katanya.

Mengenai kemungkinan penarikan anggota ke kesatuan asal ataupun pemberian sanksi disiplin, Tedy menyebut keputusan tersebut akan bergantung pada hasil pendalaman oleh pimpinan satuan yang bersangkutan.

Ia juga membuka kemungkinan pemberian sanksi apabila pemeriksaan menemukan adanya tindakan yang melanggar ketentuan.

“Bisa, bisa, kalau memang itu apa bertentangan dengan apa program prioritas Pak Kapolri,” tegasnya.

Hingga wawancara tersebut dilakukan, Polda Kaltim belum mengumumkan hasil pemeriksaan ataupun memastikan ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan anggota yang diduga terlibat.

Sebelumnya, mahasiswa GMNI Samarinda menggelar aksi unjuk rasa yang menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Aksi tersebut diwarnai ketegangan ketika seorang ajudan yang mengawal Gubernur Kaltim terlihat terlibat insiden dengan mahasiswa dalam rekaman video yang beredar.

Peristiwa tersebut kini menunggu klarifikasi dari satuan terkait dan pendalaman Propam. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran serta langkah yang perlu diambil terhadap anggota yang bersangkutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *