Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyoroti maraknya praktik pencurian air bersih di kawasan Kampung Baru, Balikpapan Barat. Menurutnya, para pelaku tidak hanya melakukan sambungan ilegal pada jaringan distribusi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), tetapi juga menggunakan mesin pompa air untuk menyedot air secara langsung.
Hal itu disampaikan Alwi saat menggelar Reses Masa Sidang III Tahun 2025/2026 di Aula Rumah Jabatan, Jalan Kapten Piere Tendean, Gunungsari Ilir, Balikpapan Tengah, Rabu (1/7/2026), menyusul adanya keluhan masyarakat terkait distribusi air bersih di kawasan pesisir.
Alwi menjelaskan, karakteristik wilayah Kampung Baru yang berada di kawasan pesisir membuat jaringan pipa distribusi PTMB berbeda dengan wilayah lain. Sebagian besar pipa berada di bawah jembatan sehingga mudah dijangkau dan dimodifikasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Karena pipanya berada di bawah jembatan dan terlihat jelas, ada oknum yang membuat sambungan langsung ke rumah tanpa melewati meteran. Bahkan ada yang menggunakan mesin pompa air untuk menyedot air dari jaringan distribusi,” ujarnya.
Ia menilai praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dan mengakibatkan kerugian bagi PTMB. Selain kehilangan potensi pendapatan, pencurian air juga berpotensi mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan yang membayar secara resmi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Alwi mengusulkan agar PTMB melakukan penataan ulang jaringan distribusi di kawasan Kampung Baru. Salah satunya dengan memindahkan posisi pipa ke bagian atas jembatan sehingga lebih mudah diawasi.
Selain perubahan jalur, material pipa juga diusulkan diganti dari paralon menjadi pipa besi agar lebih kuat dan tidak mudah dibobol. Menurutnya, langkah tersebut merupakan solusi jangka panjang untuk meminimalkan praktik pencurian air.
Alwi mengungkapkan, proses pemindahan dan penggantian jaringan pipa telah berlangsung sekitar lima bulan dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Program tersebut juga mencakup penataan kembali meteran air yang selama ini kerap menjadi sasaran pencurian.
“Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai sesuai target pada akhir bulan ini. Dengan begitu, pengawasan akan lebih mudah dan praktik pencurian air dapat ditekan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)












