Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Tidak semua lansia memiliki kemampuan atau kesempatan untuk datang ke puskesmas. Ada yang fisiknya sudah lemah, ada yang tinggal seorang diri, dan ada pula yang tidak memiliki keluarga yang bisa mendampingi.
Melihat kondisi itu, Puskesmas Margo Mulyo memilih untuk tidak tinggal diam. Melalui program kunjungan rumah, tenaga kesehatan turun langsung ke lingkungan warga demi memastikan para lansia tetap mendapat pelayanan yang layak.
Dokter Umum Puskesmas Margo Mulyo, dr. Aditiya Setyorini, menegaskan bahwa pelayanan harus tetap menjangkau siapa pun, termasuk para lansia dengan keterbatasan mobilitas.
“Kalau ada lansia yang kesulitan berjalan, tidak punya keluarga yang mengantar, atau kondisi fisiknya tidak memungkinkan, kami kunjungi langsung ke rumah,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (26/11/2025).
Dalam setiap kunjungan, petugas kesehatan tidak hanya membawa obat-obatan lanjutan, tetapi juga melakukan evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh. Mulai dari cek tekanan darah, diskusi mengenai keluhan, hingga memastikan obat diminum sesuai jadwal. Pendekatan seperti ini membuat para lansia merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan.
Upaya tersebut tidak terlepas dari peran besar kader kesehatan yang menjadi ujung tombak di lapangan. Para kader rutin berkeliling, mengamati kondisi lansia di lingkungannya, dan menghubungi puskesmas bila ada warga yang membutuhkan pemeriksaan atau bantuan.
“Kader-kader kami luar biasa. Kalau lansia tidak bisa datang, kader yang mengambilkan obat ke puskesmas. Jadi pelayanan tetap berjalan meski pasien tidak bisa hadir langsung,” kata dr. Aditiya dengan bangga.
Pendekatan jemput bola ini diharapkan dapat memastikan setiap lansia, baik yang tinggal bersama keluarga maupun yang hidup seorang diri tetap terpantau kesehatannya.
Puskesmas Margo Mulyo percaya bahwa masa tua harus tetap menjadi masa yang tenang, bukan masa penuh kekhawatiran karena sulitnya mengakses layanan kesehatan.
Dengan hadirnya layanan kunjungan rumah, para lansia tidak hanya mendapat obat dan pemeriksaan, tetapi juga kepastian bahwa mereka tidak sendirian. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






