Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Tidak semua perjalanan menuju profesi dokter dimulai dari cita-cita masa kecil. Hal itu pula yang dialami oleh dr. Aditiya Setyorini, Dokter Umum Puskesmas Margo Mulyo, yang awalnya justru bercita-cita bekerja di bidang Teknik Sipil.
Saat ditemui, dr. Aditiya bercerita bahwa semasa SMA ia belum memiliki ketertarikan khusus pada dunia medis. Justru minatnya saat itu tertuju pada dunia konstruksi.
“Waktu SMA sebenarnya saya tidak bercita-cita jadi dokter. Awalnya saya ingin masuk jurusan teknik sipil, pengennya jadi kontraktor. Kelihatannya keren, bisa ikut membangun jembatan atau infrastruktur,” kenangnya sambil tersenyum, Rabu (26/11/2025)
Namun, arah hidupnya berubah ketika memasuki kelas 3 SMA. Sang ayah, yang merupakan seorang perawat, memberikan dorongan agar ia mempertimbangkan profesi dokter. Dari situlah ia mulai melihat bidang kesehatan sebagai jalan hidup yang memungkinkan dirinya memberi manfaat lebih luas.
“Dari Almarhum ayah ada arahan untuk mencoba jadi dokter. Saya juga merasa pekerjaan di kesehatan bisa menjadi ladang amal karena kita bisa membantu banyak orang,” tuturnya.
Lahir dan besar di Balikpapan, dr. Aditiya menghabiskan masa sekolah di SD ITCI Sepaku Penajam Paser Utara, SMPN 1 Balikpapan, dan SMAN 1 Balikpapan, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan dokter di Universitas Mulawarman, Samarinda.
Kariernya dimulai di Puskesmas Marga Sari, tempat ia menjalani masa CPNS hingga akhirnya diangkat menjadi PNS. Setelah dua tahun bertugas, pada 2022 ia dipindahkan ke Puskesmas Margo Mulyo, tempat ia bertugas hingga kini.
Memasuki dunia pelayanan kesehatan, menurutnya, memberikan banyak pengalaman berharga. Ia menyadari bahwa berhadapan dengan berbagai karakter pasien membuatnya belajar menjadi lebih sabar dan memahami kondisi orang lain.
“Semua pekerjaan punya tantangannya masing-masing. Tapi di dunia kesehatan, kami bertemu dengan banyak karakter pasien. Dari situ saya belajar memahami orang dan menjadi lebih sabar,” katanya.
Meski awalnya tidak membayangkan bekerja sebagai dokter, dr. Aditiya kini merasa menemukan jalannya. Ia menikmati dinamika pekerjaan dan interaksi dengan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Di akhir perbincangan, ia menyampaikan harapannya untuk puskesmas tempatnya bertugas.
“Semoga Puskesmas Margo Mulyo semakin maju, semakin berprestasi, dan bisa lebih banyak berkontribusi untuk kesehatan masyarakat Balikpapan,” ujarnya.
Dengan dedikasi dan perjalanan karier yang penuh makna, dr. Aditiya menjadi contoh bahwa perubahan arah hidup terkadang justru membawa seseorang pada tempat terbaik untuk mengabdi. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






