Puskesmas Batu Ampar Dorong Deteksi Dini Lewat Inovasi “Sidia Batam”

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Dalam upaya memperkuat langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM) di wilayahnya, Puskesmas Batu Ampar menghadirkan inovasi bernama Sidia Batam, yakni Gerakan Deteksi Dini Usia Produktif. Program ini menjadi salah satu terobosan layanan kesehatan yang kini mulai diimplementasikan secara bertahap kepada masyarakat usia 15–59 tahun.

Kepala Puskesmas Batu Ampar, drg. Nurlin Handaruni, menjelaskan bahwa Sidia Batam merupakan pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan kepada warga usia produktif melalui edukasi dan skrining kesehatan selama satu tahun penuh. Layanan ini mencakup pemeriksaan faktor risiko PTM seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, serta pemantauan gaya hidup masyarakat.
“Ini adalah langkah yang kita lakukan untuk memastikan masyarakat usia produktif mendapatkan layanan skrining yang optimal. Edukasi dan deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyakit tidak menular sejak awal,” jelas drg. Nurlin pada Minggu (23/11/2025).

Turunkan Angka Kesakitan dan Beban Pembiayaan
Secara umum, Sidia Batam bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular, yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya pemerintah dalam penanganan PTM yang cenderung membutuhkan perawatan jangka panjang.

Dengan deteksi dini, kasus-kasus risiko tinggi dapat ditemukan lebih cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Dorong Peran Masyarakat dan Tingkatkan Capaian SPM
Tidak hanya fokus pada pemeriksaan, Sidia Batam juga memiliki tujuan khusus, yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah dan mengenali faktor risiko PTM. Edukasi mengenai gaya hidup sehat, pola makan, aktivitas fisik, serta pemantauan rutin menjadi bagian penting dari program ini.

“Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya penyakit tidak menular. Masyarakat yang sadar risiko akan lebih waspada dan mau memeriksakan diri lebih awal,” tambahnya.

Program ini juga menjadi motor untuk meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang PTM, sehingga pelayanan kesehatan di Batu Ampar tetap optimal dan sesuai target pemerintah.

Melalui Sidia Batam, Puskesmas Batu Ampar berkomitmen memberikan pelayanan promotif dan preventif yang lebih menyentuh langsung masyarakat. Harapannya, masyarakat usia produktif semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, sehingga kualitas hidup dapat terus meningkat. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *