Puskesmas Gunung Samarinda Tekankan Edukasi Pasca Persalinan untuk Ibu Hamil Lewat Program Kelas Ibu Hamil

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Tidak hanya fokus pada masa kehamilan dan proses persalinan, Puskesmas Gunung Samarinda juga memberikan perhatian besar terhadap masa pasca persalinan atau masa nifas melalui edukasi khusus bagi ibu hamil. Upaya ini disampaikan dalam program Kelas Ibu Hamil, yang secara rutin digelar setiap bulan sebagai bentuk pendampingan menyeluruh bagi calon ibu.

Ahli Madya Kebidanan Puskesmas Gunung Samarinda, Ruju Astuti, A.Md.Keb, menjelaskan bahwa masa nifas merupakan periode yang penting karena ibu dan bayi memerlukan pemantauan intensif untuk menghindari komplikasi. “Masa nifas sudah dijelaskan di kelas. Kontrol bayi baru lahir itu ada, sesuai dengan jadwalnya,” ujarnya pada Sabtu (22/11/2025).

Ruju menerangkan bahwa setelah ibu dan bayi tiba di rumah, pemeriksaan pasca persalinan dilakukan secara bertahap. Kontrol pertama dijadwalkan pada hari ke-3 pasca persalinan, kemudian kontrol kedua pada hari ke-7 di fasilitas kesehatan tingkat pertama, kecuali jika ditemukan masalah yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit. “Kalau tidak ada masalah, 3 hari dan 7 hari itu ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Pemantauan berikutnya dilakukan pada rentang usia bayi 8 hingga 28 hari. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tumbuh kembang bayi sesuai standar, serta memantau kondisi kesehatan ibu pasca melahirkan.

Selain jadwal kontrol, para ibu juga dibekali pengetahuan tentang kebutuhan dasar bayi baru lahir, mulai dari pemberian ASI eksklusif, manajemen laktasi, hingga jadwal imunisasi. Edukasi tersebut diberikan secara terstruktur agar ibu lebih siap menjalani masa setelah persalinan.

“Nah sebelum bersalin sebenarnya harus disiapkan semua, jadi saat persalinan atau setelah persalinan tinggal dijalankan saja. Maka di kelas ibu hamil sudah dijelaskan semua,” tambah Ruju.

Melalui rangkaian edukasi pasca persalinan ini, Puskesmas Gunung Samarinda berharap para ibu dapat melalui masa nifas dengan lebih tenang dan terarah. Selain itu, pendampingan yang tepat diyakini dapat meningkatkan kesehatan ibu dan bayi sekaligus menekan risiko komplikasi yang kerap muncul pada periode tersebut. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *