Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Senam hamil menjadi salah satu aktivitas penting yang terus didorong oleh Puskesmas Gunung Samarinda dalam mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan. Melalui program Kelas Ibu Hamil, para peserta dibekali pengetahuan dan praktik gerakan senam hamil yang aman dan bermanfaat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi proses persalinan.
Ahli Madya Kebidanan Puskesmas Gunung Samarinda, Ruju Astuti, A.Md.Keb, menjelaskan bahwa senam hamil tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran ibu, tetapi juga melatih pernapasan sebagai persiapan menghadapi kontraksi.
“Senam hamil ini untuk kebugaran ibu sama latihan napas,” ungkapnya pada Sabtu (22/11/2025).
Menurut Ruju, latihan sederhana dapat dilakukan di rumah, termasuk berjalan kaki sebagai bagian dari latihan kardio. Sementara itu, gerakan senam hamil yang lebih terarah biasanya difokuskan berdasarkan usia kehamilan. “Ada fokus-fokusnya di trimester dua sampai tahap apa, terus trimester tiga sampai tahap apa. Itu supaya panggulnya kuat dan membantu menurunkan kepala bayi,” jelasnya.
Beberapa teknik penting juga diajarkan dalam sesi senam hamil, seperti latihan menahan napas, relaksasi, dan senam kegel yang bermanfaat untuk memperkuat otot dasar panggul. Semua gerakan tersebut berperan mendukung proses persalinan agar lebih lancar. “Karena persalinan itu tahap hidup dan mati seorang wanita, sehingga harus punya power atau kekuatan,” tambah Ruju.
Para peserta kelas ibu hamil diberikan contoh gerakan secara langsung, sehingga dapat mempraktikannya di rumah hingga trimester akhir. Latihan yang dilakukan secara rutin terbukti memberi manfaat signifikan. “Biasanya yang rajin senam hamil itu cepat lancar persalinannya karena berpengaruh pada kekuatan fisik ibunya,” ujarnya.
Dengan edukasi berkelanjutan ini, Puskesmas Gunung Samarinda berharap semakin banyak ibu hamil yang menerapkan senam hamil sebagai upaya mandiri menjaga kesehatan, mempersiapkan tubuh, serta meningkatkan kepercayaan diri menjelang persalinan. Senam hamil menjadi bagian penting dari pendekatan promotif dan preventif yang terus diperkuat di wilayah pelayanan mereka. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)






