Puskesmas Gunung Samarinda Andalkan Inovasi “GEMAR UBI” untuk Percepat Temuan TBC

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat Puskesmas Gunung Samarinda melalui berbagai strategi penemuan kasus di lapangan. Salah satu inovasi yang kini menjadi andalan adalah GEMAR UBI (Gerakan Mencari Suspek Tuberkulosis), program yang diinisiasi Pengelola Program TBC, Perawat Dimas Ardianto, A.Md.Kep.

Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan penemuan kasus yang masih terjadi di masyarakat. Meski secara teknis pelayanan TBC di puskesmas berjalan baik, persoalan klasik seperti ketidakpatuhan pasien dalam mengembalikan sampel dahak masih menjadi hambatan.

“Setelah diberikan pot dahak, tidak semua pasien mengembalikan sampel. Karena pengumpulan dilakukan di rumah, sering kali sampel tidak masuk. Ini memperlambat proses diagnosis,” jelas Dimas, Rabu (19/11/2025).

GEMAR UBI mendorong petugas kesehatan untuk lebih proaktif turun ke masyarakat. Aktivitas penelusuran dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sekolah, lingkungan perusahaan, kegiatan Germas, posyandu, hingga acara cek kesehatan massal.

Selain mencari suspek baru, GEMAR UBI mempercepat investigasi kontak, terutama pada keluarga atau individu yang tinggal serumah dengan pasien TBC aktif.

“Dengan pendekatan aktif, kami bisa lebih cepat menemukan kasus yang mungkin tidak terdeteksi melalui pelayanan rutin. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” ujarnya.

Puskesmas Gunung Samarinda juga memiliki peran strategis sebagai pusat rujukan pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler) sejak tahun 2021. Fasilitas ini mampu mendeteksi TBC secara cepat dan akurat, termasuk mengetahui resistensi obat.

“Keberadaan TCM sangat membantu. Begitu ada sampel masuk, hasil dapat keluar lebih cepat sehingga terapi juga dapat segera dimulai,” tambah Dimas.

Meski inovasi berjalan, Dimas menilai perlu ada dukungan lebih kuat dari pemerintah daerah, terutama dalam hal penguatan publikasi agar kesadaran masyarakat meningkat seperti pada masa pandemi Covid-19.

“Kami berharap pemberitaan dilakukan massif agar masyarakat memahami bahwa TBC itu bisa disembuhkan, tapi perlu deteksi dini. Selain itu, dukungan logistik juga sangat penting untuk mempercepat target eliminasi,” tegasnya.

Dengan strategi inovatif seperti GEMAR UBI, pemanfaatan TCM, serta kolaborasi lintas sektor, Puskesmas Gunung Samarinda optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target Eliminasi TBC 2030 di Kota Balikpapan. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *