Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, Puskesmas Gunung Samarinda menggelar rapat koordinasi bersama jejaring fasilitas kesehatan di wilayahnya, Rabu (19/11/2025).
Pertemuan ini membahas penguatan integrasi layanan untuk mencegah penyakit menular dari ibu ke anak, khususnya dalam program Triple Eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B.
Dokter umum dan PJ Program P2P, dr. Hajrah, menjelaskan bahwa integrasi layanan mencakup pemeriksaan ibu hamil (ANC), pemeriksaan bayi baru lahir, hingga pemantauan melalui MTBM, MTBS, dan layanan di kluster ILP.
“Tidak semua ibu hamil atau anak datang ke puskesmas. Banyak yang memeriksakan diri ke klinik atau bidan. Karena itu, kami memperkuat pemahaman bersama agar layanan di seluruh jejaring selaras,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, puskesmas memberikan penekanan agar jejaring tenaga kesehatan melakukan deteksi dini bila menemukan ibu hamil dengan hasil pemeriksaan HIV, hepatitis B, atau sifilis positif.
“Bila ada ibu hamil positif, kami minta jejaring segera melaporkan agar bisa dipantau dan diobati sejak trimester pertama. Dengan penanganan tepat, penularan ke bayi bisa dicegah,” kata dr. Hajrah.
Pemantauan terhadap bayi dilakukan mulai lahir hingga usia 12 bulan, termasuk pemeriksaan titer hepatitis pada usia 9–12 bulan serta pemeriksaan sifilis hingga bayi berusia 9 bulan.
Ia menambahkan, tingginya mobilitas penduduk di Balikpapan membuat koordinasi antar fasilitas kesehatan semakin penting.
“Banyak ibu hamil berdomisili di wilayah kami tetapi memeriksakan diri di tempat lain. Karena itu, integrasi data dan komunikasi menjadi kunci agar tidak ada kasus yang terlewat,” pungkasnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






