dr. Dekrita Ria Hanani: Wajah Ramah Puskesmas Margo Mulyo yang Mencuri Hati Pasien

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Sosok dr. Dekrita Ria Hanani menjadi wajah yang akrab bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Margo Mulyo. Selain dikenal ramah dan hangat, paras cantiknya kerap membuat pasien yang datang merasa kagum. Namun bagi dokter kelahiran Balikpapan ini, penampilan hanyalah bonus.

“Cantik itu privilege, tapi yang penting itu ramah. Percuma cantik kalau nggak ramah,” ujarnya sambil tersenyum.

Dari Cita-Cita Masa Kecil hingga Memimpin Puskesmas

Cita-cita menjadi dokter sudah tertanam sejak kecil. Semuanya berawal ketika ia sering menemani orang tuanya berobat ke fasilitas kesehatan. Melihat para tenaga medis bekerja, ia merasa terpanggil.


“Dulu sering diajak orang tua berobat. Dari situ lihat dokter-dokter yang menyembuhkan pasien. Aku pikir, aku harus jadi kayak gitu juga,” kenangnya.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 016 Baru Tengah, dilanjutkan ke SMP Negeri 4 Balikpapan, SMA Negeri 1 Balikpapan, hingga menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, lulus pada 2009.

Setahun kemudian, pada 2010, ia memulai karier sebagai dokter di Puskesmas Margo Mulyo. Kiprahnya yang konsisten mengabdi di layanan kesehatan primer membawa dirinya dipercaya sebagai Kepala Puskesmas pada 2023. Jabatan itu ia emban hingga sekarang.

Semangat Melayani Masyarakat

Lebih dari satu dekade bekerja di puskesmas, interaksi dengan masyarakat menjadi sumber semangat terbesar bagi dr. Dekrita.

“Sukanya itu senang bisa bantu masyarakat. Mereka itu aware, ramah, senang sama kita. Ketemu di luar pun suka tegur sapa. Itu yang bikin semangat,” katanya.

Puskesmas Margo Mulyo sendiri dikenal dengan suasana pelayanan yang hangat. Mayoritas pegawainya adalah tenaga muda yang tidak hanya cekatan, tetapi juga menjaga kerapian dan kenyamanan dalam bekerja.

“Disini memang kami harus rapi, wangi, bersih, supaya orang nyaman datang,” tambahnya.

Tantangan Profesi dan Spirit Kemanusiaan

Meski tampak selalu ceria, ia mengakui profesinya tidak lepas dari tantangan.

“Lelah sudah pasti. Tapi kita harus semangat karena nakes itu demi kemanusiaan,” tuturnya.


Momen paling berat adalah ketika pandemi COVID-19 melanda. Beban kerja meningkat, rasa cemas tak terhindarkan, dan masyarakat bergantung pada tenaga kesehatan.


“Tapi alhamdulillah kita bisa melewati itu,” ujarnya.

Dikagumi Pasien, Tetap Profesional

Sebagai dokter muda dengan penampilan menarik, pengalaman unik bukan hal baru baginya. Ia sering mendapat pujian, baik dari pasien laki-laki maupun perempuan. Bahkan tak jarang ibu-ibu bercanda ingin menjadikannya menantu.

“Mereka suka ngerayu, padahal saya sudah punya anak dua,” candanya. Namun ia memastikan bahwa apresiasi masyarakat tak mengganggu profesionalitas dalam bertugas.

Di tangan dr. Dekrita Ria Hanani, Puskesmas Margo Mulyo terus berupaya memberikan pelayanan yang manusiawi dan berkualitas. Bagi dokter yang tumbuh dari mimpi masa kecil ini, pelayanan kesehatan adalah ruang pengabdian, bukan sekadar pekerjaan.

“Yang penting itu kita bisa membantu dan membuat masyarakat nyaman. Itu tujuan utama saya,” pungkasnya. (yad/ADV/Dinkes Kesehatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *