Puskesmas Margo Mulyo Perkuat Upaya Tekan Kasus TB Paru

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Pergeseran pola penyakit dari menular ke tidak menular (PTM) kini menjadi tantangan baru bagi dunia kesehatan, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Margo Mulyo. Meski fokus utama selama ini diarahkan pada penanganan stunting, kini puskesmas tersebut juga tengah konsen menekan angka kasus tuberkulosis (TB) paru) yang masih tergolong tinggi.

Kepala Puskesmas Margo Mulyo, dr. Dekrita Ria Hanani, mengatakan bahwa penyakit tidak menular kini menjadi perhatian utama, sejalan dengan instruksi Presiden untuk mempercepat penurunan kasus TB di Indonesia. Namun, upaya tersebut tidak mudah karena penemuan kasus justru meningkat seiring aktifnya kegiatan deteksi dini di lapangan.

“Sekarang ini lagi bergeser, dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM). Fokus kami saat ini salah satunya ke TB. Sesuai instruksi presiden, kasus TB harus ditekan, tapi kenyataannya di lapangan malah bertambah karena penemuan kasus makin banyak,” jelas dr. Dekrita saat diwawancarai di sela peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, peningkatan jumlah kasus bukan semata karena penularan baru, tetapi juga karena penemuan aktif oleh petugas kesehatan yang melakukan pemantauan langsung di masyarakat.

“Penemuan kasus TB itu ada karena kita aktif melakukan pantauan di lapangan. Kalau tidak dijemput bola, banyak yang tidak terdeteksi,” ujarnya.

Untuk menekan penyebaran TB, pihaknya gencar melakukan berbagai langkah preventif dan promotif, mulai dari screening batuk, pemeriksaan lingkungan, hingga penyuluhan rutin kepada masyarakat. Selain itu, Puskesmas juga terus memantau pasien TB agar disiplin menjalani pengobatan sampai tuntas.

“Upaya kami di lapangan itu aktif jemput bola, pemeriksaan lingkungan, screening batuk, penyuluhan, sampai memastikan pasien tetap rutin berobat. Karena kunci kesembuhan TB adalah kedisiplinan dan dukungan semangat dari lingkungan,” tutur Dekrita.

Ia menjelaskan, TB menular melalui droplet seperti percikan air ludah, bersin, atau batuk dari penderita. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh dan lingkungan yang bersih menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.

“Faktor utama TB itu penularan lewat droplet, dan tergantung daya tahan tubuh seseorang. Jadi kalau imunnya kuat, risiko tertular juga lebih kecil,” tambahnya.

Di wilayah kerja Puskesmas Margo Mulyo, tercatat sekitar 18 kasus TB aktif, dengan beberapa pasien yang sudah menyelesaikan pengobatan. Ia menegaskan bahwa seluruh pasien mendapatkan pendampingan intensif dan tidak ada yang mangkir berobat.

“Di Margo Mulyo saat ini ada 18 kasus, beberapa sudah selesai pengobatan. Alhamdulillah tidak ada yang putus obat, semua kita pantau sampai tuntas,” ungkapnya.

Melalui kerja sama lintas sektor, edukasi masyarakat, dan penguatan layanan kesehatan dasar, Puskesmas Margo Mulyo berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan target eliminasi TB nasional, sekaligus menciptakan masyarakat Balikpapan yang sehat dan tangguh menghadapi ancaman penyakit tidak menular. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *