Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan cakupan partisipasi masyarakat ke Posyandu menjadi tantangan besar bagi Puskesmas Gunung Samarinda. Hal ini disebabkan wilayah kerjanya yang cukup luas, mencakup dua kelurahan sekaligus, yaitu Gunung Samarinda dan Gunung Samarinda Baru.
Khusus di kawasan Gunung Samarinda Baru, tantangan semakin terasa karena daerah ini didominasi oleh kompleks perumahan elit dengan karakteristik masyarakat yang sulit dijangkau oleh program pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Kepala Puskesmas Gunung Samarinda, dr. Farida, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, namun akses pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan tersebut masih belum optimal.
“Tantangannya wilayah kami beragam. Kalau di Gunung Samarinda Baru ini banyak perumahan elit, sehingga akses pelayanan ke masyarakat itu sulit. Kami sudah koordinasi dengan kelurahan, ternyata kelurahan juga sama, banyak program kelurahan juga nggak jalan,” jelas dr. Farida, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, aktivitas Posyandu di kawasan tersebut belum sepenuhnya berjalan aktif. Dari total Posyandu yang ada, hanya sekitar setengahnya yang benar-benar berfungsi secara rutin.
Kendala utama bukan hanya pada partisipasi masyarakat, tetapi juga dalam rekrutmen kader Posyandu, yang menjadi ujung tombak kegiatan di lapangan.
“Untuk membuka Posyandu, minimal harus ada lima kader. Tapi mencari kader di kawasan elit itu sulit, karena tidak ada insentif tetap. Padahal tugas mereka berat dan mulia, harus menguasai hingga 25 keahlian dasar, termasuk input data ke aplikasi,” terang Farida.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap tingkat cakupan kunjungan (D/S) yang masih rendah.
Meski demikian, Puskesmas Gunung Samarinda tetap berkomitmen untuk mendorong partisipasi masyarakat, salah satunya melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan.
“Sekarang Dinas Kesehatan juga ikut membantu melalui berbagai kegiatan edukatif. Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun ini, ada lomba vlog bertema ‘Ayo ke Posyandu’ untuk mengajak masyarakat lebih sadar pentingnya layanan ini,” tambahnya.
Farida menegaskan, Posyandu memiliki peran vital dalam siklus kesehatan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, hingga lansia. Karena itu, dukungan dari seluruh elemen, termasuk pihak kelurahan, RT, dan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk memastikan layanan ini terus berjalan.
“Kami berharap masyarakat, termasuk di kawasan perumahan, bisa lebih terbuka dan ikut berpartisipasi. Posyandu bukan hanya tempat menimbang bayi, tapi pusat informasi dan pelayanan kesehatan dasar bagi keluarga,” tutup dr. Farida. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)






