Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Karang Joang, Balikpapan Utara, mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan.
Kepala Puskesmas Karang Joang, dr. Agus Jiwani, mengatakan kenaikan kasus ISPA dalam tiga bulan terakhir diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen. Meski peningkatannya belum tergolong ekstrem, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian tenaga kesehatan.
“Peningkatan kasus ISPA dalam tiga bulan terakhir diperkirakan sekitar 10 sampai 15 persen,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan kelompok usia, masyarakat dewasa tercatat sebagai kelompok dengan jumlah kasus ISPA terbanyak dibandingkan balita dan anak-anak. Di wilayah yang disebutkan dalam pencatatan Puskesmas Karang Joang, terdapat sekitar 160 kasus pada kelompok dewasa, sedangkan balita dan anak-anak sekitar 50 kasus.
Agus mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, terutama selama paparan asap karhutla masih menjadi perhatian. Warga yang mengalami keluhan kesehatan disarankan segera mendatangi Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan medis.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi pasien sekaligus membedakan ISPA dengan gangguan pernapasan lain, termasuk pneumonia. Dengan pemeriksaan lebih awal, pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
Selain itu, lanjut dia, masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika berada di lapangan atau di kawasan yang terpapar asap. Warga juga diimbau menjaga sirkulasi udara di dalam rumah agar lingkungan hunian tetap sehat.
Sebagai langkah antisipasi, petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Karang Joang turut melakukan pemantauan kualitas udara di lapangan. Upaya ini menjadi bagian dari kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
Puskesmas Karang Joang juga menyiagakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam untuk menangani pasien yang membutuhkan pertolongan segera. Koordinasi dengan tim penanganan karhutla di tingkat kelurahan turut dilakukan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran terhadap warga.
Agus mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan langkah pencegahan selama kondisi berasap berlangsung. Penggunaan masker, menjaga kualitas udara di dalam rumah, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala gangguan pernapasan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan. (yud)












