Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mewaspadai potensi gangguan pasokan pangan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produksi di daerah penghasil. Beras dan cabai menjadi dua komoditas yang mendapat perhatian Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan.
Kewaspadaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga kebutuhan pokok apabila kondisi cuaca berdampak terhadap produksi maupun distribusi pangan dari luar daerah.
Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan ketersediaan pangan di Balikpapan masih dalam kondisi cukup aman. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan mengingat sebagian besar pasokan kebutuhan pokok bergantung pada daerah penghasil.
“Kita terkendali dengan daerah penghasil. Sekarang sedang El Nino dan musim kering. Jadi, kami berharap distributor tidak memainkan harga dan tetap menjaga ketersediaan pasokan,” ujar Haemusri, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, komunikasi dengan distributor menjadi salah satu langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran pasokan di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi produksi pangan.
Disdag juga mengingatkan pelaku usaha agar menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Haemusri memastikan stok beras di Balikpapan saat ini diperkirakan mencapai 1.500 ton dan mencukupi kebutuhan hingga Januari mendatang.
“Kalau ketersediaan cukup. Untuk beras, stok kita ada sekitar 1.500 ton sampai Januari,” katanya.
Meski stok beras dinilai mencukupi, pemerintah tetap perlu memastikan distribusi berjalan lancar. Sebab, gangguan produksi di daerah penghasil berpotensi memengaruhi pasokan yang masuk ke Balikpapan dan berdampak terhadap harga di tingkat konsumen.
Sebagai langkah pengendalian, Disdag Balikpapan berencana akan menggelar rapat koordinasi barang kebutuhan pokok dan barang penting
Rapat tersebut akan membahas kesiapan pasokan serta langkah pengendalian harga menjelang hari besar keagamaan. Koordinasi lintas sektor ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
Selain itu, intervensi pasar melalui kegiatan pangan murah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap koordinasi dengan distributor dan pemangku kepentingan terkait dapat menjaga ketersediaan pangan sekaligus menekan potensi gejolak harga.
Di tengah ancaman musim kemarau, kelancaran distribusi dan pengawasan harga menjadi faktor penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa dibebani kenaikan harga yang tidak terkendali. (yud)












