Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Setelah dua bulan tanpa balapan, World Supersport 2026 kembali memasuki persaingan. Bagi Aldi Satya Mahendra, putaran kesembilan di Magny-Cours, Prancis, bukan sekadar ajang comeback setelah jeda panjang, tetapi juga kesempatan untuk mengubah pengalaman manis di lintasan tersebut menjadi tambahan poin penting.
Balapan yang berlangsung pada 4-6 September itu menjadi salah satu seri krusial bagi rider binaan Yamaha Racing Indonesia tersebut. Pasalnya, Aldi saat ini berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 111 poin dan hanya terpaut tipis dari tiga pembalap di atasnya.
Situasi itu membuat setiap poin di Magny-Cours menjadi sangat berharga. Apalagi, musim 2026 hanya menyisakan empat seri setelah balapan di Prancis, sehingga ruang bagi Aldi untuk memperbaiki posisi semakin terbatas.
Targetnya pun cukup jelas, yakni membawa AS BLU CRU Racing Team masuk ke persaingan 10 besar klasemen akhir.
“Magny-Cours sirkuit yang familiar dan beberapa kali saya memperoleh hasil istimewa. Mudah-mudahan kali ini mampu mewujudkan result spesial lagi,” ungkap Aldi Satya Mahendra.
Magny-Cours memang memiliki cerita tersendiri bagi pembalap berusia 20 tahun asal Yogyakarta tersebut. Pada 2023, Aldi berhasil meraih kemenangan ketika berlaga di R3 BLU CRU World Cup.
Setahun kemudian, ia kembali menunjukkan kecepatannya di trek yang sama dengan merebut podium kedua dan ketiga World Supersport 300 2024.
Namun, kenangan tersebut juga sempat diselingi periode sulit. Aldi harus melewatkan seri Magny-Cours World Supersport 2025 karena cedera.
Kini, kesempatan kembali terbuka. Setelah menjalani jeda kompetisi selama sekitar dua bulan, Aldi melakukan persiapan fisik melalui physical training di Andorra, Spanyol, sebelum bertolak ke Prancis.
Persiapan tersebut menjadi bagian dari upayanya mengembalikan kondisi fisik sekaligus mempertajam kesiapan menghadapi karakter Magny-Cours. Pengalaman sebelumnya di lintasan tersebut menjadi modal tambahan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Mengambil poin penting pada putaran Prancis ini akan berpengaruh pada sisa musim yang tinggal empat seri lagi. Karenanya saya harus mengejar tambahan poin agar dapat mengakhiri kejuaraan masuk peringkat 10 besar,” kata Aldi.
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menilai pengalaman Aldi di Magny-Cours dapat menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi seri kesembilan.
Menurutnya, konsistensi dalam memanfaatkan peluang pada setiap seri akan menjadi kunci mengingat kompetisi World Supersport 2026 mulai memasuki fase akhir.
“Magny-Cours tantangan terdekat yang dihadapi Aldi Satya Mahendra dan kami harapkan dapat menghasilkan poin berarti karena punya experience bagus di lintasan itu. Persaingan semakin kompetitif namun progress positif dan mentalitasnya termasuk dalam modal kuat menghasilkan raihan mumpuni,” tutur Wahyu.
Aldi sendiri membawa modal positif berupa tren finis di posisi 10 besar dalam beberapa balapan terakhir. Konsistensi tersebut diharapkan dapat kembali muncul di Prancis dan menjadi pijakan untuk memangkas jarak dengan para pesaingnya di klasemen.
Persaingan di Magny-Cours akan dimulai dengan sesi Free Practice pada Jumat, 4 September, pukul 16.20-17.00 WIB, dilanjutkan Superpole pukul 21.00-21.40 WIB.
Race 1 dijadwalkan berlangsung Sabtu, 5 September, pukul 19.00 WIB. Sementara Race 2 digelar Minggu, 6 September, mulai pukul 17.40 WIB.
Dengan empat seri tersisa setelah Magny-Cours, setiap hasil akan semakin menentukan perjalanan Aldi. Jika mampu memaksimalkan lintasan yang sudah beberapa kali memberinya hasil istimewa, seri Prancis bisa menjadi titik penting dalam upayanya mengakhiri musim World Supersport 2026 di jajaran 10 besar. (*)









