lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Umumnya, seorang wanita ingin tampil anggun dan menjalani aktivitas biasa. Namun berbeda dengan Umi Rachmawati Azzahrah, wanita asal Balikpapan ini lama menjalani kehidupan sebagai pebalap liar dan dunia otomotif.
Adhe, sapaan akrabnya sejak remaja kerap mengikuti aktivitas balap liar. Ia bahkan pernah menjadi joki hingga dikejar-kejar polisi. Namun hal itu tidak membuatnya jera, ia justru masih balap liar di beberapa tempat.
“Dulu di Balikpapan itu banyak tempat buat balapan liar, paling sering di Lapangan Merdeka. Sering betul dikejar-kejar polisi kalau pas ada razia. Ya mau gimana lagi, senang aja di dunia motor,” ujarnya kepada lintasbalikpapan.com pada Jumat (7/4/2023).
Dari balap liar, Adhe pun sempat mengikuti ajang freestyle motor di beberapa event. Ia juga berhasil meraih juara 2 freestyle se-Kaltim pada tahun 2011 lalu yang diselenggarakan di E-Walk Balikpapan.
Adhe mengatakan dirinya sangat suka aktivitas ekstrim yang memacu adrenalin. Ia pun memilih balapan lantaran dinilai keren dan bisa meningkatkan adrenalinnya. “Tatangannya ya memacu adrenalin mendekatkan diri dengan tuhan. Biasa dulu latihan di Kilo 15 dekat kuburan, kalau sudah jatuh bisa masuk jurang,” tuturnya.
Namun siapa sangka, Adhe rupanya juga memiliki sejumlah prestasi di dunia model dan akting. Ia beberapa kali juara model di Balikpapan dan meraih juara 1. Berangkat dari modeling inilah Adhe dikirim ke Jakarta untuk mengikut ajang model dan akting tingkat nasional. Tak main-main, Adhe pun berhasil meraih juara 1 Model Akting Indonesia.
Sejak saat itu Adhe kerap ditawari menjadi model maupun figuran dalam sejumlah sinetron hits pada masa itu. Sebut saja sinetron Intan yang diperankan Naysilla Mirdad dan Dude Herlino, sinetron Pangeran Penggoda yang diperankan Chelsie Olivia, sinetron Baby Doll yang diperankan Alyssa Soebandono dan Glenn Alinskie, serta sejumlah sinetron lainnya.
“Tiap hari syuting dan bayarannya cuma Rp100 ribu, dibayar Rp250 ribu kalau ada dialognya. Karena capek syuting subuh sampai malam, jadinya nggak meneruskan casting terus pulang ke Balikpapan dan mulai balapan liar,” ungkap Alumni SMA Negeri 3 Balikpapan itu.

Menggeluti dunia balap liar bukan tanpa resiko, Adhe kerap terjatuh, dikejar petugas hingga alami kekalahan yang berujung pada perkelahian. Bahkan ia pernah ditangkap polisi karena balapan liar.
“Pernah ditangkap polisi, tapi pura-pura pingsan, eh malah diangkut ke sektor (Polsek). Bangun-bangun malah diajak kenalan terus PDKT,” tutur Adhe sembari tertawa.
Rupanya darah otomotif memang mengalir dari orang tua Adhe. Kedua orang tua Adhe dan keluarganya memang menyukai dunia balap mobil dan motor. Adhe pun ikut kepincut dan mendalami otomotif. Ia bahkan pernah memiliki koleksi motor Ducati Monster. Termasuk memiliki klub motor bernama Dayat Tehnic Motor Sport (DTMS).
“Klub motor itu agar bisa memfasilitasi pebalap yang ingin balap junior ataupun senior,” ujarnya.
Kini, Adhe telah berumah tangga dan memiliki seorang anak perempuan. Ia pun perlahan mengurangi dunia otomotif dan lebih memilih fokus membantu usaha orang tuanya sembari menjadi konten kreator.
Sejumlah konten yang diunggahnya kerap viral lantaran mengandung unsur kritik dibalut dengan humor. Adhe berharap dirinya bisa terus bermanfaat baik di dunia otomotif maupun kontribusi pada Kota Balikpapan.
“Harapan saya sih semakin rajin bikin video kritikan, bukan hanya sekedar video kegabutan aja,” pungkasnya.
Penulis : Riyadi






