Lintasbalikpapan.com – Persija Jakarta mulai memasuki fase penting sebelum menghadapi persaingan Super League 2026/2027. Setelah menutup perjalanan di Piala Presiden 2026 dengan kemenangan atas Arema FC dan finis di posisi ketiga, Macan Kemayoran langsung mengalihkan perhatian ke agenda persiapan berikutnya.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengungkapkan timnya akan menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Thailand. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 10 Agustus 2026, selama kurang lebih dua pekan.
Menariknya, hasil Piala Presiden ternyata belum menjadi gambaran sebenarnya mengenai kekuatan Persija. Shin Tae-yong menilai timnya masih jauh dari kondisi ideal. Bahkan, ia menyebut performa yang di tunjukkan Persija dalam turnamen tersebut baru berada di kisaran 40 persen.
TC Thailand Jadi Kesempatan Persija Berbenah
Pemusatan latihan di Thailand menjadi momentum penting bagi Shin Tae-yong untuk memperbaiki berbagai aspek permainan tim. Persija sebelumnya memang sudah menjalani pertandingan kompetitif di Piala Presiden, tetapi sang pelatih melihat masih banyak ruang untuk melakukan peningkatan.
Agenda TC sebenarnya telah di rancang berlangsung sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus. Namun, keterlibatan Persija dalam Piala Presiden membuat jadwal tersebut harus mengalami perubahan.
Dengan kompetisi utama yang semakin dekat, waktu di Thailand bisa di manfaatkan untuk meningkatkan kebugaran, membangun chemistry antarpemain, sekaligus mematangkan pola permainan yang di inginkan Shin Tae-yong.
Pernyataan mengenai level 40 persen juga menjadi sinyal bahwa Persija belum ingin cepat puas dengan pencapaian di Piala Presiden. Finis ketiga boleh menjadi hasil positif, tetapi target musim baru tentu jauh lebih besar.
Sepuluh Pemain Baru Belum Jadi Akhir Perburuan
Keseriusan Persija membangun skuad juga terlihat dari aktivitas mereka di bursa transfer. Hingga kini, Macan Kemayoran telah mendatangkan sepuluh pemain baru untuk memperkuat komposisi tim. Nama-nama tersebut adalah Stjepan Loncar, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Pratama Arhan, Victor Dethan, Aqil Savik, Nadeo Argawinata, Kwon Chang-hoon, Kyohei Nishino, dan Kerim Memija.
Kedatangan sejumlah pemain dengan karakter berbeda memberikan Shin Tae-yong lebih banyak pilihan dalam menyusun strategi. Namun, aktivitas transfer Persija ternyata belum selesai. Sang pelatih mengisyaratkan masih ada dua hingga tiga pemain tambahan yang berpotensi bergabung sebelum kompetisi Super League 2026/2027 dimulai.
Jika rencana tersebut terealisasi, Persija akan memiliki kedalaman skuad yang semakin kompetitif. Tantangannya kemudian adalah bagaimana Shin Tae-yong menyatukan para pemain baru tersebut dengan kerangka tim yang sudah ada.
Persija Jakarta Punya Waktu Terbatas untuk Mencapai Level Terbaik
Bagi Persija, TC di Thailand bukan sekadar agenda latihan biasa. Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian dari proses membentuk tim yang lebih siap menghadapi musim baru. Label 40 persen yang diberikan Shin Tae-yong terhadap performa tim di Piala Presiden justru menunjukkan bahwa masih ada potensi besar yang belum keluar. Artinya, Persija masih memiliki ruang untuk berkembang sebelum kompetisi resmi bergulir.
Fokus utama kini bukan lagi sekadar mendatangkan pemain, tetapi memastikan seluruh elemen baru bisa bekerja dalam sistem permainan yang sama. Dengan sepuluh rekrutan anyar dan kemungkinan tambahan dua hingga tiga pemain lagi, menarik untuk melihat seperti apa wajah Persija setelah menjalani TC di Thailand.
Jika proses adaptasi berjalan mulus, Macan Kemayoran berpotensi tampil dengan kekuatan yang jauh berbeda dibandingkan ketika berlaga di Piala Presiden 2026. Perjalanan menuju Super League 2026/2027 pun kini memasuki tahap yang jauh lebih serius.












