Lintasbalikpapan.com – Madura United menunjukkan bahwa pertandingan belum selesai hanya karena tertinggal lebih dulu. Menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9/2026) malam WIB, Laskar Sape Kerrab harus bekerja keras sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 2-1.
Hasil Madura United ini terasa menarik karena tuan rumah sempat berada dalam posisi sulit. PSIM bahkan mampu mencetak gol lebih dahulu dan membuat Madura United harus mengejar sepanjang babak pertama. Namun, perubahan permainan setelah turun minum membuat cerita pertandingan berbalik.
PSIM Yogyakarta Bikin Tuan Rumah Terdiam
PSIM Yogyakarta tidak datang hanya untuk bertahan. Sejak awal laga, tim tamu mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Madura United dan menghasilkan gol pembuka pada menit ke-15.
Nermin Haljieta menjadi pemain yang mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyelesaikan peluang setelah menerima umpan terobosan dari Ezequiel Vidal. Gol tersebut membuat PSIM berada dalam posisi nyaman sekaligus memaksa Laskar Sape Kerrab meningkatkan intensitas serangan.
Masalahnya, usaha tuan rumah belum menghasilkan gol hingga babak pertama selesai. Beberapa tekanan yang dibangun belum mampu mengubah skor 0-1.
Situasi seperti ini sebenarnya cukup berbahaya bagi Laskar Sape Kerrab. Semakin lama skor bertahan, semakin besar tekanan yang harus mereka tanggung. PSIM pun punya keuntungan untuk memainkan pertandingan sesuai ritme yang mereka inginkan.
Dua Gol dalam Dua Menit Ubah Jalannya Laga
Perubahan besar terjadi pada babak kedua. Madura United tampil lebih agresif dan akhirnya menemukan celah untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-71.
Mendonca menjadi sosok penting dalam momen tersebut. Ia berhasil memanfaatkan umpan matang dari Danilo Santacruz untuk menjebol gawang PSIM. Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum pertandingan langsung bergeser ke kubu tuan rumah. Menariknya, Madura United tidak membutuhkan waktu lama untuk berbalik unggul. Hanya dua menit setelah gol penyama kedudukan, Gali Freitas membuat comeback semakin sempurna.
Menerima umpan dari Dimitar Mitkov, pemain asal Timor Leste tersebut mampu menuntaskan peluang dari sudut sempit. Gol itu membawa Madura United unggul 2-1 sekaligus membuat PSIM yang sebelumnya memimpin harus mengejar ketertinggalan.
Dua gol cepat tersebut menjadi gambaran bagaimana momentum dalam sepak bola bisa berubah hanya dalam hitungan menit. Laskar Sape Kerrab yang sempat kesulitan mencetak gol pada babak pertama justru mampu menciptakan dua gol beruntun setelah jeda.
Madura United Amankan Tiga Poin
Kemenangan 2-1 atas PSIM Yogyakarta akhirnya memastikan Laskar Sape Kerrab mendapatkan tiga poin di kandang sendiri. Bukan cuma soal tambahan angka, kemenangan ini juga memperlihatkan respons tim ketika berada dalam situasi tertinggal.
Dari sisi pertandingan, PSIM sebenarnya sudah memiliki modal bagus setelah unggul 1-0 selama babak pertama. Namun, keunggulan tersebut tidak berhasil dipertahankan hingga peluit akhir. Sementara itu, Madura United mampu mengubah pendekatan permainan setelah turun minum. Gol Mendonca menjadi titik balik, sedangkan Gali Freitas menyempurnakan comeback hanya dua menit kemudian.
Buat Madura United, kemenangan seperti ini tentu punya nilai tersendiri. Tim tidak hanya mendapatkan hasil positif, tetapi juga berhasil menunjukkan kemampuan untuk tetap mencari peluang ketika pertandingan berjalan tidak sesuai harapan.
Pada akhirnya, skor 2-1 menjadi milik tuan rumah. PSIM Yogyakarta pulang tanpa poin, sementara Laskar Sape Kerrab berhasil mengamankan kemenangan lewat comeback dramatis di hadapan pendukungnya.






