Lintasbalikpapan.com – Spanyol kembali menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu tim nasional yang sulit ditaklukkan. Bertandang ke Wembley Stadium dalam lanjutan UEFA Nations League, La Furia Roja sukses mengalahkan Inggris dengan skor 3-2 pada Minggu dini hari WIB, 27 September 2026.
Pertandingan ini jauh dari kata mudah. Spanyol memang mampu membuka keunggulan dengan cepat, tetapi Inggris memberikan perlawanan dan bahkan sempat membalikkan keadaan. Namun, tim tamu akhirnya menemukan cara untuk keluar sebagai pemenang.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan tidak terkalahkan Spanyol menjadi 39 pertandingan beruntun, dengan rincian 30 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Bukan cuma angka panjang di atas kertas, rentetan tersebut memperlihatkan konsistensi Spanyol ketika menghadapi pertandingan kompetitif.
Gol Kilat Yamal Jadi Awal Mimpi Buruk Inggris
Pertandingan baru berjalan kurang dari dua menit ketika Lamine Yamal membuat Wembley terdiam. Berawal dari kesalahan Marc Guehi di lini belakang, Yamal berhasil merebut bola sebelum melepaskan tembakan yang tidak mampu di hentikan James Trafford.
Gol tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam pertandingan. Berdasarkan catatan Opta yang di kutip dalam laporan pertandingan, Yamal menjadi pemain termuda yang mencetak gol ke gawang Inggris dalam pertandingan kompetitif di Wembley dalam 20 tahun terakhir.
Usianya ketika mencetak gol tersebut adalah 19 tahun 75 hari. Catatan ini semakin menambah sorotan terhadap perkembangan Yamal yang terus mendapatkan peran penting di level internasional. Namun, keunggulan cepat tersebut tidak membuat pertandingan berjalan satu arah. Inggris merespons dan berhasil mencetak dua gol untuk mengubah situasi. Spanyol pun dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya memastikan kemenangan 3-2.
Spanyol Makin Konsisten, Inggris Kembali Tumbang di Wembley
Ada alasan mengapa kemenangan ini terasa penting bagi Spanyol. Dalam delapan pertandingan terakhir, mereka mencetak 17 gol dan hanya kemasukan tiga kali. Produktivitas sekaligus pertahanan yang relatif solid menjadi bagian dari konsistensi mereka dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kemenangan atas Inggris juga menciptakan catatan khusus lainnya. Spanyol menjadi tim yang berhasil meraih kemenangan secara beruntun atas Inggris di Wembley dalam pertandingan kompetitif.
Bagi Inggris, hasil ini tentu menyisakan pekerjaan rumah. Mereka sebenarnya mampu memberikan tekanan dan membuat Spanyol tidak nyaman. Akan tetapi, beberapa momen krusial justru tidak mampu di maksimalkan ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan dengan tim sekelas Spanyol bisa ditentukan oleh detail kecil. Kesalahan di lini belakang, penyelesaian akhir, hingga eksekusi bola mati dapat mengubah jalannya pertandingan hanya dalam hitungan menit.
Harry Kane Alami Malam yang Sulit
Harry Kane menjadi salah satu pemain yang mengalami pertandingan penuh emosi. Striker Inggris tersebut sempat mencetak gol dan membawa timnya berada dalam posisi menguntungkan. Namun, momen penting lainnya justru menjadi mimpi buruk bagi Kane. Ia gagal menjalankan tugas dari titik penalti setelah terpeleset ketika melakukan tendangan. Bola kemudian membentur mistar gawang yang dikawal Unai Simon.
Situasinya semakin pahit karena dalam proses eksekusi tersebut Kane juga tercatat melakukan pelanggaran dengan menyentuh bola dua kali. Usai pertandingan, Kane mengakui bahwa hasil berbeda sebenarnya mungkin terjadi. “Lain hari kami bisa menang,” ujarnya seperti dikutip BBC Sport.
Pada akhirnya, Spanyol pulang dari Wembley dengan kemenangan 3-2 sekaligus membawa pulang catatan yang jauh lebih besar: 39 pertandingan tanpa kekalahan. Sementara itu, Inggris harus menerima bahwa beberapa kesalahan kecil dalam pertandingan besar bisa memberikan dampak yang sangat besar pada hasil akhir.






