Perkuat Kesiapan Berkeluarga, Puskesmas Batu Ampar Optimalkan Program Catin untuk Cegah Stunting Sejak Hulu

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Menjaga kualitas generasi masa depan dimulai bahkan sebelum janji pernikahan diucapkan. Inilah semangat yang diusung Puskesmas Batu Ampar melalui program Calon Pengantin (Catin), sebuah layanan pemeriksaan dan edukasi terintegrasi yang menyasar pasangan yang akan menikah. Program ini bertujuan memastikan setiap pasangan siap secara fisik, reproduksi, gizi, hingga mental sebelum memasuki fase membangun keluarga, sekaligus menjadi langkah strategis pencegahan stunting dari hulu.

Bidan Puskesmas Batu Ampar sekaligus narasumber program, Monica Ratna Sari, A.Md, Keb, menuturkan bahwa program ini bukan hanya sebatas pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi ruang pembekalan bagi pasangan muda agar memahami peran besar mereka sebagai calon orang tua.

“Catin itu program untuk memastikan pasangan siap sebelum memasuki pernikahan. Fokus utama kami adalah pencegahan stunting, perencanaan kehamilan, kesehatan reproduksi, serta kesiapan mental sebelum berkeluarga,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (26/11/2025).

Dalam implementasinya, Puskesmas Batu Ampar memberikan serangkaian layanan komprehensif, mulai dari konseling gizi, pemeriksaan kesehatan reproduksi, edukasi perencanaan kehamilan, hingga penyuluhan pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan terjadi. Setiap pasangan juga ditanya terkait riwayat imunisasi sejak masa bayi, masa sekolah dasar, hingga vaksin yang mungkin perlu ditambahkan sebelum menikah. Tidak hanya itu, aspek kesehatan mental dan kesiapan sosial dalam membangun keluarga juga dibahas langsung bersama bidan secara personal dan empatik.

Kolaborasi yang kuat antara Puskesmas dan lintas sektor di wilayah Batu Ampar turut menjadi penentu keberhasilan. Berdasarkan alur program, setiap kelurahan wajib mengarahkan pasangan yang akan menikah untuk melakukan skrining kesehatan terlebih dulu ke puskesmas. Sebab, salah satu syarat penting untuk bisa melanjutkan ke KUA/Kantor Urusan Agama (KUA) adalah memiliki dokumen hasil skrining dari Puskesmas.

“Tanpa surat skrining kesehatan dari puskesmas, pasangan tidak bisa melanjutkan proses ke KUA. Dari hasil screening, kami bisa mengetahui apakah catin memiliki penyakit menular seperti HIV atau lainnya,” jelasnya.

Bila dalam skrining ditemukan indikasi penyakit yang perlu penanganan lebih lanjut, langkah Puskesmas tetap berjalan terarah dan memberikan harapan, bukan kekhawatiran. Pasangan langsung dirujuk ke pemegang program dan konselor yang sesuai. Misalnya jika ditemukan HIV, maka Puskesmas akan mengarahkan ke konselor HIV profesional di bidangnya untuk mendapatkan pendampingan dan pengobatan. Setelah itu, kedua belah pihak pasangan akan kembali diberikan hasil edukasi agar sama-sama memahami kondisi kesehatan masing-masing sebelum menguatkan keputusan melangkah ke jenjang pernikahan.

Satu-Satunya Layanan yang Konsisten Dibuka, Jadi Pilihan Pasangan
Di tengah keterbatasan jam layanan kesehatan di sejumlah puskesmas lain, Puskesmas Batu Ampar menjadi salah satu fasilitas yang rutin membuka layanan Catin dari Senin hingga Kamis, sehingga menjadi pilihan utama bagi pasangan calon pengantin di Balikpapan Utara. Antusiasme pasangan yang datang dinilai tinggi, terlebih bagi mereka yang saat jadwal menikahnya terkendala karena puskesmas lain sedang tidak melayani.

“Sejauh ini banyak pasangan yang datang ke sini karena beberapa puskesmas lain sedang tutup atau tidak melayani. Jadi Puskesmas Batu Ampar menjadi tempat yang mereka pilih untuk tetap memastikan proses mereka tidak terhambat,” ujarnya.

Investasi Generasi Sehat Dimulai dari Hulu
Puskesmas Batu Ampar berharap, keberadaan program Catin ini bukan sekadar proses formal administratif, melainkan langkah preventif strategis yang menjadi investasi terbesar bagi keluarga muda dalam menyusun generasi sehat, kuat, dan produktif. Dengan bekal pemahaman nutrisi, perencanaan kehamilan, serta kesiapan mental dan sosial, pasangan diharapkan memiliki pondasi keluarga yang kokoh.

“Harapannya, catin punya bekal yang cukup untuk keluarga yang sehat dan siap menghadapi masa depan. Ini bukan hanya tentang menikah, tapi tentang memastikan masa depan generasi yang akan lahir nanti tumbuh optimal,” pungkasnya. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *