Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Batu Ampar terus meningkatkan upaya penanganan dan pencegahan Tuberkulosis (TB) Paru, salah satu penyakit menular yang masih menjadi perhatian serius di Kota Balikpapan. Melalui pendekatan aktif berbasis lapangan, tim kesehatan setempat berusaha memastikan deteksi dini sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat.
Pemegang Program TB Puskesmas Batu Ampar, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa jumlah warga dengan dugaan TB di wilayah tersebut cukup tinggi. Dari target sekitar 700 suspek TB, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi hampir 500 kasus. Namun tantangan terbesar masih terletak pada pengumpulan sampel dahak, yang menjadi bagian penting proses diagnosis.
“Yang agak susah itu pasien menolak mengantar sampel. Rata-rata orang itu tidak mau atau tidak terima saat diminta pemeriksaan TB. Padahal kalau mereka bersedia, itu sangat membantu pencegahan penularan,” ujar Wahid di sela-sela puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Grand City pada Minggu (23/11/2025).
Untuk mengatasi kendala tersebut, Puskesmas Batu Ampar melakukan strategi jemput bola. Petugas turun langsung ke rumah pasien positif TB untuk melakukan survei kontak, memeriksa keluarga dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Jika ditemukan warga yang menunjukkan gejala, petugas segera mengambil sampel dahak di tempat tanpa menunggu pasien kembali ke Puskesmas.
“Kami kunjungi pasien positif TB, keluarganya, dan lingkungan sekitar untuk mencari suspect yang mungkin tertular. Kalau memungkinkan, sampel dahaknya langsung kami ambil dan periksa,” jelasnya.
Selain itu, Puskesmas juga memperkuat skrining di fasilitas pelayanan. Setiap pasien yang datang dengan keluhan batuk lebih dari 7 hingga 14 hari langsung diarahkan untuk pemeriksaan dahak tanpa ditunda. Langkah ini dinilai efektif karena mempercepat proses identifikasi kasus baru.
Melalui berbagai upaya tersebut, Wahid berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengendalian TB. Ia mengimbau warga agar tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami batuk berkepanjangan.
“Harapan kami, masyarakat sadar hidup sehat. Kalau ada batuk, jangan malu atau sungkan untuk diperiksa sampel dahaknya. Ini untuk mencegah penularan ke warga lainnya,” tutupnya.
Dengan pendekatan proaktif dan edukasi berkelanjutan, Puskesmas Batu Ampar menegaskan komitmennya dalam memutus mata rantai penyebaran TB dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)






