Pemkot Balikpapan Matangkan DED Pembangunan Pasar Induk di Kilometer 5,5

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) terus mematangkan rencana pembangunan Pasar Induk di kawasan Kilometer 5,5, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara. Saat ini, prosesnya telah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa penyusunan DED sangat penting untuk mengetahui secara rinci total kebutuhan anggaran pembangunan pasar tersebut.

“DED ini akan menjadi dasar untuk mengetahui berapa total biaya yang diperlukan, serta bagaimana bentuk dan struktur pemampatan lahannya nanti,” ujar kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Haemusri menambahkan, status lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Pasar Induk merupakan milik Pemerintah Kota Balikpapan. Namun hingga kini, sumber pendanaan pembangunan masih belum ditentukan, apakah akan menggunakan APBD atau melalui bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi atau Pusat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan Pasar Induk diharapkan dapat menjadi pusat distribusi utama bagi para pedagang besar dan distributor, terutama untuk aktivitas bongkar muat barang yang selama ini terpusat di Pasar Pandansari.

“Selama ini, aktivitas bongkar muat banyak dilakukan di Pasar Pandansari yang menyebabkan kesemrawutan dan kepadatan lalu lintas. Dengan dipindahkan ke Kilometer 5,5, kita harapkan distribusi barang lebih tertata dan tidak mengganggu aktivitas pasar tradisional,” kata Haemusri.

Pembangunan Pasar Induk ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas gudang. Pemerintah Kota berencana membangun sarana pergudangan yang nantinya dapat disewa oleh para distributor. Hal ini dilakukan sebagai upaya penguatan sistem logistik dan pengendalian inflasi di Kota Balikpapan.

“Gudang-gudang ini nantinya akan dimanfaatkan para distributor. Kita akan mewajibkan mereka untuk menyewa gudang milik pemerintah, sehingga ketika terjadi inflasi, kita bisa mengeluarkan stok barang dari gudang untuk menstabilkan harga,” jelasnya.

Dengan adanya pasar induk dan sistem pergudangan yang terintegrasi, Pemerintah Kota Balikpapan berharap distribusi barang kebutuhan pokok bisa lebih efisien, terpusat, dan mendukung kestabilan harga di tingkat pasar. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *