Lintasbalikpapan.com, JAKARTA — Dedikasi dalam mendorong pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan mengantarkan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Dewanto, meraih penghargaan Nusantara Electrification Award (NEA) 2026.
Dewanto menerima penghargaan dengan predikat Leader in Advancing Electrification Infrastructure dalam kategori Individual Award. Penghargaan tersebut diberikan pada ajang yang diselenggarakan Listrik Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Apresiasi ini menjadi pengakuan atas peran kepemimpinan dalam mendorong pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Namun, Dewanto menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh insan PLN UIP KLT dan mitra kerja.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi seluruh insan PLN UIP Kalimantan Bagian Timur. Kami memaknainya bukan sekadar sebagai pencapaian perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim yang terus berupaya menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan di tengah berbagai tantangan. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh insan PLN dan para mitra yang telah berkontribusi,” ujar Dewanto.
Di bawah koordinasi PLN UIP KLT, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan terus dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Pengembangan jaringan transmisi beserta infrastruktur pendukung menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas sistem kelistrikan antardaerah. Infrastruktur tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan energi listrik masyarakat dan berbagai sektor pembangunan.
Menurut Dewanto, membangun infrastruktur kelistrikan bukan pekerjaan singkat. Setiap proyek membutuhkan proses panjang yang melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, perizinan, pengadaan tanah, hingga pelaksanaan konstruksi.
Karena itu, PLN UIP KLT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Setiap infrastruktur yang dibangun memiliki peran penting dalam mendukung sistem kelistrikan dan kebutuhan masyarakat ke depan. Kami terus berupaya memastikan pembangunan berjalan dengan baik, mengedepankan keselamatan, kualitas pekerjaan, serta tata kelola yang akuntabel. Tentunya, hal ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Dewanto.
Selain aspek teknis pembangunan, PLN UIP KLT juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemenuhan persyaratan administrasi, pengelolaan risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat terlaksana secara aman, berkualitas, dan akuntabel.
Bagi Dewanto, penghargaan NEA 2026 bukanlah akhir dari upaya pembangunan, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
PLN UIP KLT berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan mengedepankan keselamatan, kualitas pekerjaan, kolaborasi, dan integritas. Dengan begitu, setiap infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan. (*)












