Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, meminta PT Pertamina memperbaiki sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, sebagai bagian dari upaya menekan laju inflasi di Kota Balikpapan. Menurutnya, antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah.
Budiono mengatakan, persoalan distribusi BBM harus menjadi perhatian serius karena kelancaran pasokan energi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi stabilitas harga barang dan jasa.
“Distribusi BBM harus menjadi perhatian. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar karena antrean yang panjang juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi,” ujar Budiono kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Ia menilai, perbaikan sistem distribusi perlu dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Selain itu, pelayanan SPBU selama 24 jam di titik-titik strategis juga perlu kembali dioptimalkan untuk mengurangi kepadatan antrean kendaraan.
Menurut Budiono, langkah tersebut akan membantu menjaga kelancaran distribusi barang, mengurangi biaya operasional pelaku usaha, serta menekan potensi kenaikan harga yang dapat memicu inflasi.
Selain menyoroti distribusi BBM, Budiono juga mengungkapkan bahwa inflasi Balikpapan pada Juni 2026 dipengaruhi oleh kenaikan tarif angkutan udara, harga BBM non-subsidi, dan bawang merah. Karena itu, pengendalian inflasi memerlukan langkah terpadu dari seluruh pemangku kepentingan.
Ia berharap pemerintah daerah bersama Pertamina terus memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman dan mudah diakses masyarakat.
Dengan distribusi yang lebih baik, Budiono optimistis stabilitas harga dapat terjaga sehingga daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kota Balikpapan tetap berjalan dengan baik. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)












