Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan memastikan kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 tetap berjalan optimal meski petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan belum diterbitkan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan secara umum pemerintah kota telah mempersiapkan berbagai aspek pendukung untuk menyambut tahun ajaran baru, baik dari sisi infrastruktur, daya tampung sekolah, hingga pemerataan distribusi siswa.
“Secara umum kesiapan Dinas Pendidikan untuk penerimaan siswa baru insya Allah sudah berjalan dengan baik,” ujar Gasali kepada wartawan, Selasa (17/3/2026)
Ia menambahkan, sejumlah infrastruktur pendidikan juga telah disiapkan, termasuk pembangunan beberapa unit sekolah baru yang ditargetkan rampung dan dapat langsung digunakan pada tahun ini. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan jumlah peserta didik baru setiap tahunnya.
“Bahkan ada beberapa sekolah yang dibangun tahun ini dan diharapkan sudah bisa langsung digunakan,” jelasnya.
Selain pembangunan sekolah baru, DPRD juga mencatat adanya penambahan satu unit sekolah dasar (SD) di wilayah Balikpapan Timur. Penambahan ini dinilai cukup strategis dalam mengurai kepadatan siswa di sekolah-sekolah tertentu yang selama ini mengalami kelebihan kapasitas.
“Dengan adanya tambahan SD baru, distribusi siswa bisa lebih merata dan tidak menumpuk di satu sekolah saja,” katanya.
Gasali menegaskan, pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu fokus utama DPRD, terutama di wilayah yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat seperti Balikpapan Timur.
Menurutnya, tanpa diimbangi penambahan fasilitas pendidikan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan layanan pendidikan.
Lebih lanjut, ia juga mendorong Dinas Pendidikan untuk segera menyusun dan menerbitkan juknis SPMB 2026 agar proses penerimaan siswa baru dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan akuntabel. Kejelasan aturan teknis, kata dia, sangat penting untuk menghindari kebingungan di masyarakat maupun pihak sekolah.
“Kami berharap juknisnya segera diterbitkan, sehingga semua pihak memiliki pedoman yang jelas dalam pelaksanaan SPMB,” tegasnya.
Di sisi lain, DPRD juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, tidak hanya dari sisi jumlah sekolah, tetapi juga fasilitas pendukung seperti ruang kelas, tenaga pendidik, hingga sarana penunjang pembelajaran.
Dengan berbagai upaya tersebut, DPRD optimistis pelaksanaan SPMB 2026 di Kota Balikpapan dapat berjalan lancar serta mampu memberikan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)









