Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Aktivitas perdagangan yang tumbuh hampir di setiap rumah warga Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, menjadi sorotan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-12 DPRD Kalimantan Timur. Kawasan ini dinilai memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai “Kampung Dagang” berbasis ekonomi kerakyatan.
Dalam forum yang digelar di RT 29 Gunung Bahagia, Minggu (21/12/2025), Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menegaskan bahwa demokrasi daerah tidak hanya dimaknai sebagai proses politik, tetapi juga harus hadir melalui keadilan dan keberpihakan di sektor ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan pasar rakyat.
Menurut Hasanuddin, pasar dan dunia usaha merupakan ruang demokrasi yang nyata, tempat masyarakat berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, pemerintah daerah wajib memastikan iklim usaha berjalan adil, transparan, dan memberi ruang tumbuh bagi UMKM.
“Demokrasi harus bisa dirasakan di dapur masyarakat. Ketika pelaku usaha kecil terlindungi dan pasar rakyat hidup, di situlah demokrasi bekerja,” ujarnya.
Potensi Gunung Bahagia sebagai sentra perdagangan juga diperkuat oleh data sosial ekonomi yang disampaikan narasumber.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengapresiasi kemandirian warga yang memanfaatkan ruang rumah sebagai tempat usaha.
Ia menilai pola tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tekanan daya beli.
Pemkot Balikpapan, lanjut Haemusri, berkomitmen mendorong pengembangan pasar rakyat dan UMKM melalui bantuan sarana usaha serta konsep pasar tematik yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi warga.
Sementara itu, Andi Achmad Mutawalli menyoroti kenyataan bahwa sekitar 80 persen warga Gunung Bahagia menggantungkan hidup dari perdagangan.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi alasan kuat agar wilayah tersebut ditata secara khusus sebagai Kampung Dagang dengan konsep terarah dan berkelanjutan.
“Gunung Bahagia sudah hidup dari perdagangan. Tantangannya tinggal bagaimana pemerintah hadir menata, melindungi, dan memperkuat pedagang kecil agar tidak kalah oleh perubahan pola belanja,” katanya.
Dia menekankan, pembangunan pasar fisik harus sejalan dengan kebijakan yang berpihak pada pedagang kecil, termasuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Aspirasi warga yang muncul dalam diskusi menunjukkan harapan besar agar Gunung Bahagia tidak hanya menjadi kawasan hunian, tetapi juga ikon ekonomi rakyat Balikpapan Selatan. Usulan Kampung Dagang pun dinilai sebagai wujud nyata demokrasi ekonomi yang tumbuh dari bawah. (yud)












