Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Kalimantan Timur harus mulai menggeser orientasi pembangunannya dari darat ke laut, mengingat posisi strategis provinsi ini yang berada tepat di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Hal itu disampaikan Hasto saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang dihadiri 512 pengurus se-Kaltim di Ballroom Hotel Novotel, Senin (8/12/2025). Didampingi Ketua DPD PDIP Kaltim, Irjen Pol (Purn) Safaruddin, Hasto menekankan bahwa perubahan cara pandang ini semakin mendesak untuk diwujudkan.
“Posisi geopolitik Kalimantan Timur yang membentang pada ALKI II menuntut perubahan paradigma. Laut harus menjadi halaman depan kita,” ujarnya.
Menurut Hasto, pembangunan yang selama ini terlalu terfokus pada pemanfaatan daratan telah menimbulkan berbagai persoalan seperti kerusakan hutan, maraknya tambang ilegal, hingga krisis ekologis.
Karena itu, orientasi pembangunan harus dikembalikan pada keseimbangan antara daratan dan lautan, termasuk memperkuat pengawasan terhadap eksploitasi sumber daya alam.
Ia juga mengingatkan pesan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri tentang pentingnya politik lingkungan yang berpihak pada keberlanjutan.
Hasto menyebut Kaltim harus mampu menjadi contoh bagaimana sebuah wilayah kaya sumber daya dapat mengelola alam secara bertanggung jawab.
“Menata lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Jika ingin masa depan yang lebih aman, kita harus menjaga hutan dan laut bersama-sama,” tegasnya.
Melalui Konferda dan Konfercab ini, Hasto berharap seluruh kader PDIP di Kaltim dapat memperkuat komitmen terhadap tata kelola lingkungan dan menjadikan isu kelautan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah ke depan. (yud)






