Dewan Soroti Minimnya Pengawasan Keselamatan Penumpang Klotok di Kampung Baru

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Baharuddin Daeng Lalla, menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan penumpang kapal klotok di kawasan penyeberangan Kampung Baru, Balikpapan Barat

Ia menilai potensi kecelakaan semakin besar karena banyak penumpang tidak menggunakan life jacket, sementara fasilitas keselamatan dan infrastruktur pelabuhan belum memadai.

Menurutnya, persoalan keselamatan ini tidak bisa hanya dibebankan pada kedisiplinan penumpang. Pemerintah dan operator kapal memiliki tanggung jawab yang sama besar dalam memastikan keamanan transportasi laut tradisional tersebut.

“Pelabuhannya harus benar-benar dibenahi. Pemerintah kota harus memberi perhatian maksimal,” tegasnya, Jumat (5/12/2025)

Baharuddin menjelaskan bahwa tata kelola penyeberangan di lokasi itu masih semrawut. Mulai dari penempatan kapal, alur naik-turun penumpang, hingga penyediaan pelampung dinilai belum memenuhi standar keselamatan.

“Kapal-kapalnya tidak diatur dengan baik. Proses penumpang naik juga belum tertata. Pelampung wajib disiapkan, jangan sampai orang turun di spit tanpa persiapan,” ujarnya.

Kondisi pelabuhan yang terbuka dan tidak terurus turut memperbesar risiko kecelakaan. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan pelabuhan tersebut sebenarnya sudah pernah diperjuangkan pada 2019, namun tidak terealisasi setelah kewenangan beralih ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Meski kini menjadi tanggung jawab provinsi, ia meminta Pemkot Balikpapan tetap aktif menjalin komunikasi agar proyek pembenahan dapat segera berjalan.

Dalam hal penyediaan life jacket, Baharuddin menegaskan bahwa operator kapal wajib memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan penumpang.

“Biasanya kapal yang menyediakan. Dipakai, lalu dikembalikan lagi ke kapal untuk penumpang berikutnya,” jelasnya.

Dia juga meminta Dinas Perhubungan turun langsung melakukan pengawasan dan peneguran kepada operator kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan.

“Perhubungan harus melakukan peneguran sehingga keselamatan warga terjamin,” tegasnya.

Baharuddin berharap perhatian terhadap keselamatan penyeberangan di Kampung Baru tidak kembali ditunda, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital yang digunakan masyarakat setiap hari. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *