Tak Pernah Terbayang Berkarier di Kesehatan, Dewi Mendaun Kini Jadi Andalan Keuangan Puskesmas Margo Mulyo

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Tidak pernah terbayang bagi Dewi Mendaun, A.Md, bahwa ia akan berkarier di sektor kesehatan. Lulusan Akademi Akuntansi Balikpapan (AAB) yang sekarang telah berubah status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Madani Balikpapan angkatan 2002 itu menghabiskan sebagian besar kariernya di perusahaan swasta, khususnya pada bidang keuangan. Namun, sejak 2020, langkah hidupnya berubah ketika ia mulai bekerja sebagai tenaga administrasi keuangan di Puskesmas Baru Ilir, hingga akhirnya bergabung dengan Puskesmas Margo Mulyo.

“Awalnya saya tidak pernah membayangkan bisa bekerja di kesehatan. Dari dulu selalu di swasta, mengurus produksi, pengeluaran, dan hal-hal yang berorientasi pada untung-rugi,” kenangnya, Kamis (27/11/2025)

Dewi sempat menganggur selama setahun sebelum akhirnya mencoba peruntungan melalui seleksi yang ia temukan secara tidak sengaja di media sosial.

Ia mengikuti tes bersama sekitar 10 peserta lainnya dan dinyatakan lolos. Setelah lima tahun bekerja di Puskesmas Baru Ilir, pada 2025 Dewi resmi diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dengan formasi penempatan di Puskesmas Margo Mulyo.

Bertugas sebagai pengelola administrasi keuangan puskesmas, Dewi mengaku suka duka utama pekerjaannya adalah berkutat dengan angka-angka yang harus selalu “balance”.

“Di keuangan itu banyak tantangannya, terutama kalau ada selisih angka. Kita sering menghitung angka yang banyak sementara kita tidak memegang langsung uangnya. Jadi administrasi harus jelas, detail, dan teliti,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa anggaran puskesmas sudah diatur melalui pagu yang ditetapkan. Namun, pengelolaan tetap membutuhkan koordinasi intens dengan pimpinan dan tiap unit layanan, mulai dari laboratorium, poli pelayanan, hingga program-program seperti KIA. Semua kebutuhan dihitung secara cermat agar sesuai kebutuhan masyarakat dan aktivitas kader kesehatan.

Perbedaan paling mencolok antara bekerja di swasta dan di puskesmas, menurut Dewi, adalah orientasi lembaga. Jika sebelumnya ia terbiasa pada target keuntungan, kini ia harus menyesuaikan diri pada sistem pelayanan publik yang tidak bertujuan mencari laba.

“Tantangannya berbeda. Di sini bukan mencari untung, tapi memastikan pelayanan berjalan baik dengan anggaran yang sudah ditentukan. Pengelolaan harus efisien dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Selama hampir enam tahun bekerja di dunia kesehatan, Dewi mengaku tidak menemui kesulitan berarti. Baik di Puskesmas Baru Ilir maupun Puskesmas Margo Mulyo, ia merasa didukung oleh rekan-rekan kerja dengan suasana kekeluargaan yang kuat.

“Sejauh ini semua lancar. Teman-temannya mendukung, lingkungannya juga nyaman,” katanya.

Kini, Dewi terus melanjutkan pengabdiannya untuk memastikan setiap anggaran puskesmas dikelola dengan transparan dan akuntabel demi pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *