SMKN 2 Balikpapan Raih Peringkat 1 Cakupan CKG, Puskesmas Gunung Samarinda Terima Penghargaan di Puncak HKN ke-61

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puncak Perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar di Grand City, Balikpapan, Minggu (23/11/2025), turut menjadi ajang apresiasi bagi sekolah dan puskesmas yang berperan aktif dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi pelajar.

Salah satunya, SMKN 2 Kota Balikpapan yang meraih peringkat 1 cakupan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tingkat sekolah menengah atas/sederajat untuk periode Oktober 2025.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Puskesmas Gunung Samarinda, dr. Farida, yang hadir mewakili SMKN 2 Balikpapan sebagai mitra pelaksana program pemeriksaan kesehatan di sekolah.

“Saya mewakili SMKN 2 Negeri Balikpapan menerima penghargaan juara 1 Cek Kesehatan Gratis di sekolah. Program ini merupakan arahan pemerintah, dan kami dari puskesmas menjadi tim pelaksana yang turun langsung memeriksa siswa-siswi,” ujar dr. Farida.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12. Dengan jumlah rombongan belajar (rombel) yang besar, satu level mencapai 10 hingga 11 kelas dengan masing-masing sekitar 30 siswa pelaksanaan di SMKN 2 menjadi salah satu yang paling padat.

“Setiap kali turun, tim puskesmas bisa 5 sampai 7 orang. Pemeriksaan meliputi tensi, pemeriksaan HB, dan lainnya. Setelah direkap melalui aplikasi Sehat Indonesiaku, SMKN 2 akhirnya menjadi juara pertama,” jelasnya.

Program CKG diikuti oleh seluruh puskesmas dan sekolah di Balikpapan. Namun, untuk kategori puskesmas, Puskesmas Gunung Samarinda tidak masuk daftar penerima karena penilaian hanya diambil berdasarkan capaian bulan Oktober.

Meski demikian, dr. Farida berharap program CKG dapat menjadi budaya positif bagi siswa di sekolah. Ia menyebut masih terdapat sejumlah tantangan, salah satunya terkait screening mandiri yang wajib diisi siswa sebelum pemeriksaan berlangsung.

“Kesulitannya adalah screening mandiri harus diisi oleh siswa. Jika tidak terisi, kami sulit menyelesaikan proses pemeriksaan. Untuk siswa yang tidak memiliki gawai, orang tua perlu membantu proses ini,” ujarnya.

Ia berharap ke depan kolaborasi antara sekolah, siswa, dan puskesmas dapat semakin baik sehingga pelaksanaan CKG berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi kesehatan pelajar di Balikpapan. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *