Puskesmas Batu Ampar Perkuat Edukasi dan Pencegahan Dini Penularan HIV di Masyarakat

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Batu Ampar terus meningkatkan langkah pencegahan dini terhadap penyakit menular HIV, sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan masyarakat di wilayahnya. Meski jumlah kasus HIV di Batu Ampar tidak sepenuhnya berasal dari warga lokal, upaya pengendalian tetap dilakukan secara intensif melalui edukasi dan pendekatan berbasis perilaku hidup sehat.

Pemegang Program TB dan HIV Puskesmas Batu Ampar, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa sebagian besar pasien HIV yang tercatat merupakan pendatang atau warga yang pindah dari daerah lain kemudian melanjutkan pengobatan di Batu Ampar. Saat ini terdapat sekitar 37 pasien HIV yang aktif menjalani layanan, dan mayoritas adalah laki-laki.

“HIV di wilayah Batu Ampar kebanyakan pendatang atau pindahan dari wilayah lain lalu melanjutkan pengobatan di Puskesmas Batu Ampar. Saat ini sekitar 37 orang dan mayoritas laki-laki,” jelas Wahid disela-sela puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Grand City pada Minggu (23/11/2025).

Ia menuturkan bahwa pola penularan HIV pada umumnya berkaitan dengan perilaku hidup. Faktor hubungan seksual berisiko masih menjadi penyebab terbesar, sedangkan penularan melalui jarum suntik kini jauh lebih jarang ditemukan.

“Kalau HIV ini kan terkait perilaku hidup. Kebanyakan itu dari penularan hubungan biasanya. Kalau jarum suntik sekarang sudah jarang sekali, walaupun masih mungkin terjadi. Tapi yang lebih banyak itu akibat hubungan seks bebas,” ungkapnya.

Untuk memutus rantai penularan, Puskesmas Batu Ampar fokus pada edukasi dan pendekatan preventif, terutama melalui penyuluhan kesehatan di masyarakat. Penyuluhan tersebut menekankan pentingnya batasan pergaulan, pola hidup yang aman, serta peningkatan kesadaran tentang risiko perilaku berisiko.

“Sebenarnya HIV ini berasal dari gaya hidup. Upaya pencegahan dari kami hanya bisa melalui penyuluhan dan pendekatan agama kepada warga agar ada batas-batas pergaulan,” tutur Wahid.

Puskesmas Batu Ampar berharap edukasi yang terus digencarkan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih berhati-hati dalam menjaga perilaku hidup dan menjauhi aktivitas berisiko. Dengan dukungan berbagai pihak, upaya pengendalian HIV di wilayah Batu Ampar diharapkan semakin efektif dan mampu menekan angka penularan di masa mendatang. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *