Raja Siraj Usulkan Penerapan Teknologi AI untuk Atur Arus Lalu Lintas

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Raja Siraj, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pengaturan lalu lintas kota.

Langkah ini dinilai penting sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik padat kendaraan yang kerap menjadi keluhan masyarakat.

Menurut Raja Siraj, teknologi AI mampu membantu menganalisis kondisi lalu lintas secara real-time, mengoptimalkan durasi lampu merah, memprediksi potensi kemacetan, hingga mengalihkan arus kendaraan secara otomatis ke jalur alternatif.

“Teknologi ini sangat cocok digunakan di kawasan padat kendaraan, terutama di titik-titik traffic light. Sistem berbasis AI terbukti efektif dalam mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan ketertiban lalu lintas,” ujarnya di Gedung Parlemen Balikpapan, Selasa (11/11/2025).

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini mencontohkan, di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Bandung sistem serupa telah mulai diujicobakan untuk mengatur arus lalu lintas di persimpangan utama.

Menurut dia, dengan kamera sensor dan perangkat analitik cerdas, sistem dapat mendeteksi jumlah kendaraan, mendahulukan kendaraan umum seperti bus, hingga memperpanjang waktu lampu hijau bila arus masih padat.

“Sistem lampu merah pintar berbasis AI ini bisa mendeteksi tingkat kepadatan kendaraan, bahkan perilaku pengemudi yang tidak tertib, seperti tidak menggunakan sabuk pengaman atau melanggar marka jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kepemilikan kendaraan pribadi juga mengalami kenaikan setiap tahun. Kondisi tersebut memperparah kepadatan di beberapa titik persimpangan seperti Muara Rapak, Balikpapan Baru dan MT. Haryono.

“Kita bisa lihat sendiri, setiap jam sibuk antrean kendaraan semakin panjang. Lokasi-lokasi ini seharusnya menjadi prioritas penerapan sistem lalu lintas berbasis teknologi,” tambahnya.

Raja Siraj menilai, inovasi digital perlu segera diadopsi agar pengelolaan lalu lintas di Balikpapan tidak hanya bergantung pada pengaturan manual. Selain mempercepat waktu tempuh kendaraan, sistem AI juga dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan mendeteksi potensi pelanggaran lebih cepat dan akurat.

“Dengan penerapan sistem modern, Dishub bisa memiliki pusat kontrol lalu lintas terpadu yang terhubung dengan CCTV dan sensor di lapangan. Semua data bisa dianalisis langsung untuk pengambilan keputusan cepat,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *