Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Balikpapan Didominasi Perempuan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Program pemeriksaan kesehatan gratis yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mendapat antusiasme dari masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kesehatan bagi warga.

Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa hingga saat ini pencatatan peserta program sudah terintegrasi dalam aplikasi Cek Kesehatan Gratis (CKG), namun baru berlaku untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Sementara untuk anak-anak, pendataan masih dilakukan manual dan menunggu rekapan laporan dari puskesmas di setiap kecamatan.

“Untuk anak-anak memang belum masuk ke sistem aplikasi. Kami masih menunggu laporan lengkap dari puskesmas, karena pencatatannya masih manual,” ungkap
Alwiati, Senin (25/8/2025).

Dari data yang sudah terhimpun dalam aplikasi CKG, terlihat bahwa partisipasi perempuan jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Sebanyak 69,8 persen peserta tercatat adalah perempuan, sementara laki-laki hanya 30,2 persen.

Menurut Alwiati, hal ini dipengaruhi faktor kesibukan laki-laki bekerja sehingga jarang menyempatkan diri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kalau perempuan biasanya lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya, sedangkan laki-laki sering kali menunda karena pekerjaan. Padahal pemeriksaan ini sangat penting untuk pencegahan sejak dini,” jelasnya.

Selain tingginya partisipasi perempuan, Dinkes juga menyoroti tren kasus penyakit tidak menular (PTM) yang mulai ditemukan pada anak-anak. Meski data resmi masih menunggu rekap puskesmas, sejumlah anak sudah terdeteksi mengalami diabetes maupun hipertensi.

“Ini tentu memprihatinkan. Ada anak-anak yang sudah menderita diabetes bahkan hipertensi. Penyebab utamanya berkaitan dengan pola hidup yang tidak sehat,” kata Alwiati.

Ia menekankan bahwa kebiasaan anak mengonsumsi minuman bersoda dan minuman kemasan dengan kadar gula tinggi menjadi faktor utama meningkatnya risiko PTM pada usia dini. Karena itu, Dinkes Balikpapan gencar melakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah melalui program penyuluhan kesehatan.

“Kami sudah masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi, tapi kunci utama perubahan tetap ada di keluarga. Pola hidup sehat harus dibiasakan sejak dini, mulai dari memilih makanan hingga aktivitas fisik anak,” tegasnya.

Program pemeriksaan kesehatan gratis ini sendiri mencakup berbagai layanan, mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan. Pemkot Balikpapan berharap dengan adanya layanan ini, masyarakat bisa lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan mampu menekan angka kasus penyakit tidak menular di kemudian hari.

Alwiati menambahkan, pihaknya masih menunggu data lengkap dari seluruh puskesmas terkait jumlah kasus penyakit tidak menular pada anak. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Dinkes untuk menyusun strategi lanjutan dalam pencegahan sekaligus penanganan.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya memanfaatkan layanan ini ketika sakit, tapi benar-benar menjadikannya sebagai langkah pencegahan agar kualitas hidup warga Balikpapan semakin baik,” pungkasnya. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *