Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Lunturnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda menjadi sorotan serius Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan. Fenomena generasi “strawberry” sebutan bagi anak muda yang dinilai rapuh dan kurang tangguh menghadapi tantangan zaman kian menguatkan kekhawatiran akan menurunnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan.
Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya kesadaran sejarah dan wawasan kebangsaan di kalangan pemuda. Ia mengutip pesan Presiden Soekarno sebagai pengingat pentingnya mengenang perjuangan para pahlawan bangsa.
“Bung Karno pernah mengatakan, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kalau kita lupa sejarah, sama halnya kita melupakan para pendiri bangsa,” tegas Sutadi, Jumat (4/7/2025).
Menurutnya, banyak generasi muda kini hidup dalam era digital yang membuat mereka lebih akrab dengan teknologi, tetapi justru abai terhadap dasar-dasar negara seperti Pancasila.
“Coba saja ditanya anak-anak zaman sekarang tentang Pancasila, belum tentu mereka tahu, apalagi butir-butirnya,” tambahnya.
Menghadapi kondisi ini, Kesbangpol Balikpapan tidak tinggal diam. Berbagai upaya edukasi terus dilakukan, di antaranya melalui kerja sama dengan DPRD Balikpapan, Forum Wawasan Kebangsaan, serta jejaring Panca Mandala. Tujuannya adalah untuk membumikan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Salah satu contoh konkret adalah keberadaan Kampung Pancasila di Graha Indah, yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan gotong royong antarwarga sebagai implementasi langsung dari Pancasila.
Sutadi menyadari bahwa menyampaikan nilai-nilai kebangsaan di era modern memerlukan pendekatan yang lebih kreatif dan kontekstual.
“Tentunya perlu inovasi. Bisa melalui simulasi, permainan interaktif, atau metode lainnya yang sesuai dengan karakter anak muda sekarang,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sosialisasi nantinya dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda Balikpapan akan pentingnya mencintai tanah air dan menjaga warisan perjuangan bangsa. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)






