Camat Balikpapan Timur Fokus Tekan Angka Stunting Selama Ramadan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kecamatan Balikpapan Timur terus berupaya menekan angka stunting, terutama selama bulan Ramadan. Camat Balikpapan Timur, Mustamin, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan program pemberian makanan bergizi kepada anak-anak yang terdampak stunting sebagai langkah utama dalam penanggulangan masalah ini.

Menurut Mustamin, angka stunting tertinggi di Balikpapan Timur terdapat di Kelurahan Manggar. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang lebih besar dibandingkan wilayah lain serta keberagaman faktor sosial ekonomi, termasuk tingginya jumlah pendatang.

Banyaknya penduduk dengan latar belakang yang beragam sering kali berdampak pada kesulitan dalam menjaga pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang cukup.

“Untuk Balikpapan Timur, angka stunting tertinggi ada di Kelurahan Manggar. Penyebabnya beragam, termasuk jumlah penduduk yang lebih banyak serta adanya banyak pendatang,” ujar Mustamin kepada wartawan, Selasa (11/3/2025).

Sebaliknya, Kelurahan Lamaru mencatat angka stunting terendah di wilayah tersebut. Mustamin menjelaskan bahwa ketahanan pangan yang baik di Lamaru menjadi faktor utama rendahnya kasus stunting di wilayah itu.

Kemampuan masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya, baik melalui pola konsumsi yang baik maupun ketersediaan sumber makanan bergizi, sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

“Di Lamaru, ketahanan pangannya bagus, sehingga gizi anak-anak di sana lebih terjaga,” tambahnya.

Untuk menekan angka stunting lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kecamatan Balikpapan Timur terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Timur serta DP3AKB Kota Balikpapan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dukungan baik dalam bentuk edukasi maupun bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Namun, Mustamin mengakui bahwa kendala utama dalam pelaksanaan program ini adalah keterbatasan anggaran. Dengan kebutuhan dana yang besar untuk menjalankan program pemberian makanan bergizi dan edukasi kepada masyarakat, pihak kecamatan harus mencari cara untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

“Kami masih membutuhkan anggaran yang cukup besar. Jika anggaran terbatas, tentu langkah yang bisa diambil juga terbatas,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program ini semaksimal mungkin sesuai dengan aturan yang berlaku. Berbagai strategi terus dilakukan, termasuk menggandeng berbagai pihak untuk turut serta dalam upaya menurunkan angka stunting di Kecamatan Balikpapan Timur dan Kota Balikpapan secara keseluruhan. (Yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *