Pasien Meninggal Dunia Diduga Usai Dibius Saat Hendak Operasi Gigi Bungsu Akhirnya Viral

Lintasbalikpapan.com, BANDUNG – Seorang pasien meninggal dunia saat hendak operasi gigi bungsu di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kabar ini mendadak viral saat diunggah kronologinya di Instastory akun Instagram @latashagntas.

Dalam unggahan akun tersebut ditulis, “Operasi gigi berujung ke kamar mayat” @rshs_bandung RS B1@D48 8UNVH MANUSIA!!!”. “KELUAR LO TANGGUNG JAWAB! SEMUA DOKTER BERSANGKUTAN JUGA HARUS M4T1!! BAYAR NY4W4 KELUARGA GUE!!”.

Jadi, sepupunya tersebut hendak melakukan tindakan operasi gigi bungsu di RSHS Bandung. Sepupunya dirujuk dari Garut untuk berobat ke RSHS, katanya “KATA YG DIGARUT INI RS BAGUS”, tulis unggahan di Instastory-nya.

Lantas, sampai di RSHS, baru mau operasi lalu dianestesi (bius), “Selang beberapa menit suami sepupu gue dipanggil katanya pasien henti detak jantung,” tambahnya. “Dari situ langsung masuk NICU gak sadar berhari-hari, tiba-tiba divonis macem-macem. Katanya paru-parunya item, kondisi ga bagus, dan lain-lain. Padahal LOGIKANYA sebelum operasi semua diperiksa dan kondisi aman untuk dilakukan tindakan,” katanya. Tapi, “Di NICU udh dipakein segala alat bahkan matanya diselotip karna keadaan setelah dibius langsung kaget dan melotot lalu gak sadar,” ujarnya.

Sampai akhirnya viral kasus ini dan pihak RSHS pun memberikan tanggapannya. Dilansir dari Detikcom, pihak RSHS Bandung melalui Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung dr Iwan Abdul Rachman angkat bicara terkait kejadian tersebut.

“Menanggapi video yang beredar di sosial media mengenai wafatnya salah seorang pasien setelah mendapatkan pelayanan dari RSHS Bandung, pertama-tama saya mewakli civitas hospitalia RS Hasan Sadikin, mengucapkan turut berduka cita atas kepergian beliau semoga beliau diberikan tempat yang terbagi di sisi-Nya,” kata Iwan dalam video yang diberikan melalui Humas RSHS Bandung, Sabtu (16/12).

Iwan pastikan, jika pihak RSHS Bandung sudah berikan pelayanan optimal terhadap pasien. “Pertama, RS Hasan Sadikin telah melakukan upaya maksimal dalam memberikan pelayanan kepada semua pasien. Pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan standar prosedur pelayanan yang ada di rumah sakit,” ungkapnya.

Terkait informasi viral yang beredar dan diduga menuduh RSHS Bandung melakukan malpraktik, disayangkan oleh pihak RSHS Bandung. “RSUP dr Hasan Sadikin menyayangkan adanya pihak yang membuat konten di sosial media tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit, namun demikian kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian seluruh pihak terhadap pelayanan di rumah sakit. Mohon dukungan dan doa semoga RS Hasan Sadikin dapat senantiasa berupaya memberi kan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *