Lintasbalikpapan.com – Persija Jakarta berhasil mengamankan kemenangan dramatis saat menjamu Persik Kediri dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Bermain di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Senin, 26 Oktober 2026, Macan Kemayoran menutup pertandingan dengan skor 2-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Persik Kediri sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan. Tim tamu mampu mencuri gol pada babak pertama, tetapi Persija menunjukkan respons positif selepas turun minum. Dua gol dalam rentang lima menit menjadi penentu kemenangan tuan rumah sekaligus mengubah jalannya pertandingan.
Hasil ini memperlihatkan bahwa efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor penting, bahkan ketika sebuah tim tidak mendominasi penguasaan bola. Persija mampu memaksimalkan momentum untuk membalikkan keadaan di hadapan ribuan pendukungnya.
Persik Unggul Lebih Dulu, Persija Jakarta Bangkit pada Babak Kedua
Pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut langsung menyajikan persaingan menarik. Persik Kediri berhasil membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui Imanol Garcia Lugea. Gol cepat itu membuat tim tamu memiliki modal penting untuk mengembangkan permainan.
Persija Jakarta kemudian berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Meski mendapatkan dukungan dari suporter yang hadir di JIS, tuan rumah belum mampu mengubah skor pada babak pertama.
Perubahan baru terlihat setelah pertandingan memasuki paruh kedua. Persija meningkatkan tekanan dan akhirnya mendapatkan gol penyeimbang melalui Denis Kolinger pada menit ke-64. Gol tersebut menghidupkan kembali peluang Macan Kemayoran untuk meraih tiga poin.
Lima menit berselang, Rizky Ridho Ramadhani mencatatkan namanya di papan skor. Gol pada menit ke-69 itu membawa Persija berbalik unggul 2-1 sekaligus menjadi penentu kemenangan. Sebanyak 15.872 penonton tercatat menyaksikan pertandingan tersebut. Jumlah itu setara dengan sekitar 19 persen kapasitas stadion berdasarkan data yang tersedia. Laga dipimpin wasit Steven Yubel Poli dan berakhir tanpa kartu merah, meskipun catatan statistik pertandingan mencantumkan sejumlah kartu kuning untuk kedua tim.
Statistik Persija vs Persik: Penguasaan Bola Bukan Segalanya
Jika melihat angka pertandingan, Persik Kediri sebenarnya unggul dalam penguasaan bola. Tim tamu membukukan 57 persen penguasaan bola, sedangkan Persija hanya mencatatkan 43 persen. Persik juga melepaskan 11 tembakan, sedikit lebih banyak dibandingkan Persija yang menghasilkan 10 tembakan. Namun, kedua kesebelasan sama-sama mencatatkan empat tembakan tepat sasaran. Perbedaan hasil akhir menunjukkan bahwa jumlah peluang saja tidak cukup untuk menentukan pemenang.
Persija memiliki catatan 57 persen akurasi tembakan, sementara Persik mencatatkan 50 persen. Tuan rumah juga membukukan 263 umpan sukses, lebih banyak daripada 198 umpan sukses milik tim tamu. Dalam aspek pertahanan, Persija mencatatkan 22 tekel sukses, sedangkan Persik menghasilkan 19. Kedua tim sama-sama memperoleh empat tendangan sudut dan mencatatkan lima posisi offside.
Statistik tersebut menggambarkan pertandingan yang berjalan cukup seimbang dalam sejumlah aspek. Persik lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, tetapi Persija mampu memanfaatkan fase penting pertandingan untuk mencetak dua gol balasan.
Kemenangan Penting bagi Macan Kemayoran di Super League 2026/2027
Kemenangan 2-1 atas Persik Kediri menjadi hasil positif bagi Persija Jakarta dalam persaingan BRI Super League 2026/2027. Selain mengamankan kemenangan di kandang, keberhasilan membalikkan keadaan juga memperlihatkan respons tim ketika menghadapi situasi tertinggal.
Gol Denis Kolinger dan Rizky Ridho menjadi pembeda setelah Persija kesulitan mengejar keunggulan Persik pada babak pertama. Rentang lima menit di antara kedua gol tersebut menjadi periode paling menentukan dalam pertandingan. Di sisi lain, Persik perlu mengevaluasi bagaimana keunggulan awal mereka bisa berubah menjadi kekalahan. Dominasi penguasaan bola tidak berujung pada tambahan gol, sementara pertahanan mereka gagal mempertahankan keunggulan setelah memasuki babak kedua.
Meski demikian, hasil satu pertandingan belum cukup untuk menggambarkan perjalanan panjang kedua tim sepanjang musim. Posisi klasemen dan dampaknya terhadap persaingan liga tetap perlu dilihat berdasarkan hasil pertandingan lain yang telah dimainkan. Bagi pendukung Persija, kemenangan ini menjadi momen yang layak dirayakan. Macan Kemayoran sukses bangkit dari ketertinggalan dan mengamankan skor akhir 2-1, sedangkan Persik Kediri harus pulang tanpa membawa poin dari Jakarta.






