Nelly Dorong Permainan Edukasi Ramah Anak untuk Tekan Stunting di Balikpapan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo, mendorong pembangunan sarana permainan edukasi ramah anak sebagai salah satu upaya membantu menekan angka stunting di Kota Balikpapan.

Ia mengungkapkan, angka stunting di Balikpapan pada tahun 2025 mencapai 24 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 21 persen. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Penurunan angka stunting harus melibatkan seluruh elemen dan kolaborasi lintas sektor. Tidak bisa hanya mengandalkan dinas terkait saja,” ujar Nelly ketika diwawancarai wartawan, Kamis (2/4/2026)

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang turut memicu permasalahan tumbuh kembang anak adalah penggunaan gadget secara berlebihan sejak usia dini. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman di lingkungan terdekatnya, anak-anak sudah dikenalkan pada ponsel sejak usia sangat muda.

“Ada anak yang sejak usia tiga bulan sudah terbiasa melihat gadget untuk makan, mandi, dan aktivitas lainnya. Ini berdampak pada perkembangan anak, bahkan ada yang mengalami keterlambatan bicara hingga usia remaja,” jelasnya.

Sebagai bentuk solusi, Nelly mendorong penyediaan alat permainan edukatif yang dapat mengalihkan perhatian anak dari gadget. Menurutnya, fasilitas tersebut terbukti mampu meningkatkan interaksi dan respons anak.

Ia mencontohkan, penerapan permainan edukatif di lingkungan kegiatan anak seperti sekolah minggu mampu membuat anak lebih aktif dan mengurangi ketergantungan pada ponsel.

“Ketika anak-anak dialihkan ke permainan edukatif, mereka terlihat lebih senang dan responsif dibandingkan saat menggunakan gadget,” katanya.

Nelly juga menyebut, program pengadaan alat permainan edukatif tersebut telah ia perjuangkan melalui pokok-pokok pikirannya (pokir) dan dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) hingga terealisasi.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan dan drainase, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan tumbuh kembang anak.

“Ini bagian dari upaya saya untuk ikut berkontribusi dalam penurunan stunting. Ke depan, saya juga memiliki rencana untuk terus mengembangkan program ini,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *