Lintasbalikpapan.com, JAKARTA – Inovasi ramah lingkungan yang dikembangkan pelajar SMA Fatih Bilingual School, Aceh, berhasil mengantarkan Yazid Alfata meraih predikat Gold dalam ajang Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026. Melalui produk LeraWash, Yazid menawarkan alternatif deterjen berbahan alami yang dirancang untuk mengurangi potensi pencemaran perairan.
Yazid menjadi yang terbaik di antara 1.215 pelajar SMA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut. Setelah melalui seleksi regional, sebanyak 27 finalis terpilih melaju ke tingkat nasional dengan membawa gagasan inovatif yang menjawab persoalan di lingkungan masing-masing.
Mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya”, AHM Best Student 2026 mendorong pelajar mengembangkan kreativitas dan kompetensi melalui solusi yang mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Karya LeraWash yang dikembangkan Yazid memadukan bahan alami berupa lerak dan daun waru dalam bentuk bioplastic pods berbahan rumput laut yang dapat terurai secara hayati. Inovasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap pencemaran perairan akibat penggunaan deterjen sintetis.
Produk tersebut diharapkan menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendorong masyarakat mempertimbangkan dampak produk pembersih terhadap ekosistem perairan.
“AHM Best Student menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Sebagai anak muda, saya dilatih untuk tidak pantang menyerah dan berani mewujudkan ide kepedulian terhadap kondisi sekitar. Kemenangan ini bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan karya saya dari bangku sekolah yang bisa memberi arti untuk masyarakat dan negeri,” ungkap Yazid.
Sementara itu, penghargaan Silver diraih Fajrin Al Majid dari SMAN Sumatera Selatan melalui inovasi Smart Pest Control. Sistem pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) tersebut dirancang untuk membantu petani mengendalikan hama secara lebih efektif dan efisien.
Penghargaan Bronze diberikan kepada Muhammad Hatan Fahlady dari SMAN 3 Yogyakarta melalui KALARESIK. Karya ini mengolah limbah ban bekas dan tekstil menjadi barang bernilai ekonomi, seperti dompet dan tas, sekaligus membuka peluang usaha bagi pengrajin lokal.
Ketiga karya tersebut menggambarkan bagaimana pelajar dapat memanfaatkan persoalan di sekitar mereka sebagai sumber gagasan inovatif, mulai dari pelestarian lingkungan hingga pengembangan teknologi pertanian dan ekonomi kreatif.
Penilaian tingkat nasional dilakukan oleh dewan juri yang melibatkan perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta PPM School of Management. Rangkaian kompetisi mencapai puncaknya melalui Webinar Inspiratif dan Awarding pada 21 Oktober 2026.
Tidak hanya berkompetisi, para finalis juga memperoleh pembekalan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan gagasan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pada 22–24 September 2026, peserta mengikuti lokakarya kecerdasan buatan dalam rangkaian Bootcamp AHM Best Student. Materi tersebut membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab serta peluang penerapannya untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan inovasi.
Pembekalan juga diberikan melalui Webinar Inspiratif yang menghadirkan Direktur HR, GA, IT & SI PT Astra Honda Motor (AHM), Rita Prajitno. Dalam sesi Leader’s Inspiration, Rita membagikan pengalaman mengenai kepemimpinan, pengembangan potensi diri, serta pentingnya membangun karakter tangguh dan adaptif untuk menghadapi tantangan masa depan.
Sesi lainnya menghadirkan Imam Santoso, dosen Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus influencer pendidikan. Melalui sesi Inside the Expert Mind, peserta didorong untuk terus belajar, menguji gagasan, dan mengembangkan inovasi agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pembentukan karakter generasi muda yang inovatif, adaptif, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial.
“Melalui AHM Best Student, kami ingin mendukung talenta muda dengan memberikan ruang untuk berani menyampaikan gagasan, mengembangkan inovasi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat. Kami berharap karya yang dihasilkan tidak berhenti dalam kompetisi, tetapi terus dikembangkan agar berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Rina.
Sebagai bentuk apresiasi, AHM memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp5 juta dan satu unit notebook kepada peraih Gold. Pemenang Silver memperoleh beasiswa Rp3 juta dan satu unit notebook, sedangkan peraih Bronze mendapatkan beasiswa Rp2 juta dan satu unit notebook.
Adapun 24 finalis nasional lainnya masing-masing menerima beasiswa pendidikan senilai Rp1 juta beserta sertifikat penghargaan. AHM juga menggelar Social Media Challenge yang mengajak peserta menyebarluaskan gagasan melalui konten kreatif di Instagram dan TikTok.
Sebanyak 27 peserta mengikuti tantangan tersebut dengan mengangkat isu sosial dan pembangunan berkelanjutan. Tiga konten terbaik mendapatkan apresiasi berupa beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp3 juta.
Selain penghargaan bagi para pelajar, AHM Best Student 2026 turut memberikan apresiasi kepada guru pembimbing. Nabila Humaira, S.Si., dari SMA Fatih Bilingual School, Aceh, meraih predikat Guru Pembimbing Terbaik 1. Posisi kedua diraih Nur Padmi Tyastusi, S.Pd., Gr., M.T., dari SMAN Sumatera Selatan, disusul Pratiwi Sutarni, S.Pd., M.Pd., dari SMAN 3 Yogyakarta.
Sementara itu, predikat Pemenang Favorit diberikan kepada Ni Putu Issabel Kirana Selena Devi dari SMAN 1 Tabanan, Bali.
Melalui rangkaian kompetisi dan pembekalan tersebut, AHM berharap para pelajar tidak hanya mampu menghasilkan karya untuk meraih penghargaan, tetapi juga terus mengembangkan inovasi yang berpotensi menjawab persoalan nyata. Semangat berkarya sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. (*)






