Real Madrid Kalah 0-1 dari Betis, Penalti Mbappe Jadi Biang Kerok?

Lintasbalikpapan.com – Real Madrid harus menerima hasil pahit saat bertandang menghadapi Real Betis dalam lanjutan LaLiga 2026. Bermain di Estadio de la Cartuja, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB, Los Blancos sebenarnya tampil lebih dominan. Namun, dominasi tersebut tidak cukup untuk menghasilkan gol.

Real Betis justru mampu memanfaatkan satu momen penting melalui Troy Parrott. Penyerang asal Irlandia itu mencetak gol pada menit ke-81 dan membuat Madrid berada dalam posisi tertekan. Drama kemudian terjadi pada masa injury time.

Madrid memperoleh hadiah penalti, tetapi Kylian Mbappe yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya berhasil ditepis kiper Betis, Alvaro Valles. Hasil akhir 0-1 membuat Madrid pulang tanpa poin dan gagal mengambil alih posisi teratas klasemen dari Barcelona.

Real Madrid Dominan, Tapi Tumpul di Depan Gawang

Sejak pertandingan di mulai, Madrid sebenarnya sudah mencoba mengambil kendali permainan. Arda Guler beberapa kali menjadi sumber kreativitas serangan, sementara Vinicius Jr terus mencari celah di sisi pertahanan Betis. Peluang terbaik datang ketika Vinicius menerima umpan Guler pada menit ke-15. Sontekannya sudah melewati penjagaan, tetapi bola justru membentur tiang gawang. Momen tersebut menjadi gambaran masalah Madrid sepanjang pertandingan: peluang ada, tetapi penyelesaian akhirnya belum maksimal.

Mbappe juga memperoleh kesempatan emas sebelum turun minum. Mendapat sodoran bola dari Vinicius, penyerang asal Prancis itu berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Namun, tembakan pertamanya di blok Natan dan percobaan kedua kembali di gagalkan Marc Bartra di garis gawang.

Betis memang memilih bermain lebih sabar. Mereka tidak terlalu memaksakan penguasaan bola dan lebih fokus menutup ruang di area pertahanan. Strategi tersebut ternyata cukup efektif membuat serangan Madrid kehilangan ketajaman.

Troy Parrott Jadi Pahlawan, Mbappe Gagal Selamatkan Madrid

Memasuki babak kedua, Madrid masih terlihat lebih aktif. Mbappe kembali mendapatkan ruang untuk menembak, tetapi sepakannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan Valles. Betis kemudian mendapatkan momen yang mereka tunggu. Pada menit ke-81, sundulan Nelson Deossa dari situasi sepak pojok di tepis Courtois. Bola muntah jatuh di area yang tepat untuk Parrott, yang langsung menyambarnya menjadi gol.

Madrid mencoba memberikan respons cepat. Mbappe hampir mencetak gol penyeimbang lewat sebuah tendangan lob pada menit ke-84, tetapi bola kembali membentur tiang. Drama semakin panas menjelang pertandingan berakhir. Madrid sempat mencetak gol melalui aksi akrobatik Carlos Espi pada menit ke-88. Namun, gol tersebut di anulir karena offside.

Kesempatan terakhir datang pada menit ke-93 ketika Madrid mendapatkan penalti setelah bola mengenai tangan Natan. Mbappe maju sebagai algojo, tetapi tembakannya ke arah kanan berhasil dibaca dan ditepis Valles. Kegagalan tersebut sekaligus menutup peluang Madrid membawa pulang setidaknya satu poin.

Kekalahan 0-1 membuat Madrid tetap berada di posisi kedua dengan koleksi sembilan poin. Jumlah tersebut sama dengan Betis yang kini naik ke posisi ketiga. Bagi Madrid, hasil ini menjadi pengingat bahwa penguasaan permainan tidak selalu menjamin kemenangan. Ketika peluang gagal dikonversi dan lawan mampu memanfaatkan satu kesempatan, pertandingan bisa berubah hanya dalam beberapa detik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *