Lintasbalikpapan.com – Persija Jakarta harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 2-3 dari Persita Tangerang dalam lanjutan pekan kelima Super League 2026-2027, Sabtu (17/10/2026). Bermain di Banten International Stadium (BIS), Serang, Macan Kemayoran gagal mempertahankan tren positif setelah gol penentu Aleksa Andrejic pada masa injury time memastikan kemenangan tuan rumah.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Persija yang sebelumnya mengantongi empat kemenangan beruntun. Meski demikian, kekalahan tersebut belum menggusur mereka dari puncak klasemen dengan koleksi 12 poin. Sementara itu, Persita naik ke posisi ketiga dengan 11 poin sekaligus mempertahankan rekor belum terkalahkan pada musim ini.
Persita Langsung Menekan, Persija Jakarta Bangkit Sebelum Turun Minum
Pertandingan Persita vs Persija Jakarta di mulai dengan tempo tinggi. Persija yang mendapat dukungan dari The Jakmania berusaha mengambil inisiatif serangan sejak awal. Namun, agresivitas tersebut justru memberikan ruang bagi Persita untuk melancarkan serangan berbahaya.
Tuan rumah membuka keunggulan pada menit kelima melalui Luquinhas. Umpan silang dari sisi kiri berhasil di sambut dengan tandukan yang mengarah ke pojok gawang. Gol cepat itu membuat Persija harus mengubah pendekatan permainan lebih awal.
Tertinggal satu gol, pasukan Shin Tae-yong mulai meningkatkan tekanan. Stjepan Loncar sempat memperoleh peluang pada menit ke-14, tetapi upayanya masih mampu digagalkan kiper Persita, Igor Rodrigues. Persija akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-18. Fabio Calonego memanfaatkan bola muntah setelah lini pertahanan Persita gagal mengantisipasi sapuan dengan sempurna.
Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama selesai. Dari jalannya pertandingan, terlihat bahwa kedua tim sama-sama punya kemampuan menciptakan peluang. Persija lebih banyak mencari celah melalui tekanan, sedangkan Persita mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan.
Gol Rayco dan Penalti Jeremejeff Membuat Laga Makin Panas
Babak kedua sempat tertunda sekitar 25 menit akibat kericuhan antarsuporter. Setelah pertandingan kembali dilanjutkan, Persija melakukan perubahan dengan menarik tiga pemain, termasuk kapten Rizky Ridho. Perubahan tersebut membuat permainan Macan Kemayoran terlihat lebih hidup. Namun, Persita tidak tinggal diam dan kembali menunjukkan efektivitas serangan mereka.
Pada menit ke-61, Rayco Rodriguez membawa Persita unggul 2-1. Berawal dari situasi sepak pojok, bola berhasil dimaksimalkan menjadi peluang sebelum Rayco melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kanan gawang Nadeo Argawinata.
Persija kembali berada dalam tekanan. Meski begitu, mereka memperoleh kesempatan untuk menyamakan kedudukan setelah Dion Markx dianggap melanggar Rayhan Hannan di kotak penalti pada menit ke-68. Setelah peninjauan VAR, wasit tetap menunjuk titik putih.
Alexander Jeremejeff yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-74. Kedudukan berubah menjadi 2-2, membuat pertandingan kembali terbuka.
Aleksa Andrejic Jadi Penentu, Persija Gagal Pertahankan Rekor
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Persita justru memberikan kejutan pada masa injury time. Serangan balik cepat yang dimotori pemain pengganti Hokky Caraka berhasil dimanfaatkan Aleksa Andrejic untuk mencetak gol kemenangan.
Gol tersebut memastikan Persita menang 3-2 sekaligus mengakhiri rentetan empat kemenangan Persija. Hasil ini juga menjadi kemenangan pertama Persita atas Macan Kemayoran dalam enam pertemuan sejak Juli 2023. Bagi Persita, kemenangan ini menunjukkan bahwa efektivitas dalam memanfaatkan peluang bisa menjadi pembeda ketika menghadapi tim papan atas. Mereka tidak hanya mampu memberikan perlawanan, tetapi juga menjaga fokus hingga detik terakhir.
Sebaliknya, Persija perlu mengevaluasi koordinasi pertahanan, terutama ketika menghadapi serangan balik. Menyamakan kedudukan dua kali menunjukkan daya juang mereka, tetapi kebobolan pada penghujung laga menjadi pelajaran penting.
Kesimpulannya, hasil Persita vs Persija bukan sekadar kemenangan dramatis bagi tuan rumah. Persita berhasil membuktikan daya saingnya, sedangkan Persija harus segera berbenah agar kekalahan ini tidak berkembang menjadi tren negatif pada pertandingan berikutnya.






