Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Memasuki September, aktivitas masyarakat kembali dipenuhi rutinitas. Perjalanan menuju kantor, sekolah, kampus hingga berbagai keperluan harian membuat sepeda motor tetap menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan.
Namun, tingginya mobilitas juga membuat pengendara berhadapan dengan situasi jalan yang semakin dinamis. Perubahan cuaca, kepadatan lalu lintas hingga perilaku pengguna jalan lain menjadi sejumlah kondisi yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Astra Motor Kaltim 1 kembali mengingatkan pentingnya menerapkan semangat #Cari_Aman dalam setiap perjalanan. Pesan keselamatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga kebiasaan sederhana yang dilakukan sebelum dan selama berkendara.
Langkah pertama dimulai dari kondisi pengendaranya sendiri. Tubuh yang sehat dan cukup istirahat menjadi modal utama sebelum membuka perjalanan. Mengendarai sepeda motor dalam kondisi mengantuk, kelelahan atau tidak fokus dapat mengurangi kemampuan merespons situasi darurat.
Jika rasa lelah muncul ketika perjalanan berlangsung, pengendara dianjurkan segera mencari tempat yang aman untuk berhenti dan beristirahat.
Setelah memastikan kondisi tubuh, perlengkapan berkendara juga tidak boleh diabaikan. Helm berstandar SNI dengan tali pengikat terpasang benar menjadi perlindungan utama. Pengendara maupun penumpang juga dianjurkan mengenakan jaket, sarung tangan, celana panjang serta sepatu yang menutupi mata kaki.
Kesiapan kendaraan menjadi bagian berikutnya. Pemeriksaan sederhana sebelum berangkat dapat membantu mendeteksi potensi masalah sejak awal. Tekanan dan kondisi ban, rem depan dan belakang, lampu utama, lampu sein, klakson, kaca spion, bahan bakar hingga rantai atau sistem penggerak perlu diperhatikan.
Perawatan berkala di bengkel resmi AHASS juga penting untuk memastikan sepeda motor tetap berada dalam kondisi optimal.
Di jalan, kedisiplinan menjadi kunci berikutnya. Pengendara perlu mematuhi lampu lalu lintas, marka jalan, batas kecepatan serta arahan petugas. Kebiasaan seperti menerobos lampu merah, melawan arus, menggunakan trotoar atau melakukan manuver secara tiba-tiba bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain.
Pengendara juga perlu memberikan jarak aman dengan kendaraan di depannya. Ruang yang cukup akan memberikan waktu untuk bereaksi ketika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika berhadapan dengan kendaraan berukuran besar. Hindari terlalu dekat atau berada terlalu lama di area blind spot karena pengemudi kendaraan besar memiliki keterbatasan dalam melihat keberadaan sepeda motor di sekitarnya.
Hal sederhana lainnya yang kerap menjadi sumber risiko adalah penggunaan telepon genggam. Membaca pesan, menerima panggilan atau melihat navigasi ketika sepeda motor sedang bergerak dapat memecah konsentrasi dan memperlambat respons pengendara.
Jika membutuhkan telepon atau harus melihat petunjuk arah, pengendara sebaiknya menepi dan berhenti di lokasi yang aman.
Kondisi cuaca juga tidak boleh dianggap sepele. Ketika hujan turun, kecepatan sebaiknya dikurangi dan pengendara menghindari pengereman maupun perubahan arah secara mendadak. Jalan licin, genangan, lubang dan berkurangnya jarak pandang membutuhkan respons yang lebih hati-hati.
Penggunaan jas hujan model setelan juga dianjurkan. Astra Motor Kaltim 1 mengingatkan pengendara untuk menghindari jas hujan model ponco karena bagian yang menjuntai berisiko tersangkut pada komponen kendaraan.
Safety Riding Instructor Astra Motor Kaltim 1, Rissang Ferisandy, menegaskan bahwa keselamatan sebenarnya dimulai dari keputusan-keputusan kecil sebelum perjalanan dimulai.
“Keselamatan berkendara dimulai dari keputusan sederhana sebelum dan selama perjalanan. Pastikan pengendara siap, kendaraan dalam kondisi baik, serta selalu menghormati pengguna jalan lainnya. Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan gaya hidup dalam setiap perjalanan,” ujar Rissang.
Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Kaltim 1 mengajak masyarakat membangun kebiasaan berkendara yang aman, tertib dan bertanggung jawab.
Sebab, perjalanan yang baik bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, tetapi bagaimana ia dapat tiba dengan selamat dan tetap memberikan rasa aman bagi pengguna jalan lainnya. (*)










