Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Keinginan tiba lebih cepat sering membuat pengendara mengambil keputusan untuk mendahului kendaraan di depannya. Padahal, satu manuver yang dilakukan tanpa perhitungan matang dapat membawa risiko besar, terutama ketika jarak, kecepatan dan kondisi jalan tidak benar-benar diperhitungkan.
Karena itu, Astra Motor Kaltim 1 melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak menjadikan manuver mendahului sebagai keputusan spontan.
Mendahului seharusnya dilakukan ketika memang diperlukan dan situasi memungkinkan. Terburu-buru atau terpancing oleh pengendara lain bukan alasan yang tepat untuk mengambil risiko.
Sebelum melakukan manuver, pengendara perlu mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kecepatan kendaraan di depan, kemampuan sepeda motor serta karakter jalan yang dilalui. Jika ruang belum cukup atau situasi sulit dipastikan, bertahan di belakang dengan menjaga jarak aman menjadi pilihan yang lebih bijak.
Pandangan terhadap kondisi di depan juga menjadi kunci. Pengendara harus memastikan jalur yang akan digunakan terlihat jelas dan memiliki ruang yang cukup. Kendaraan dari arah berlawanan, jalan berlubang, persimpangan, pejalan kaki maupun kendaraan yang hendak berbelok harus menjadi bagian dari perhitungan sebelum berpindah jalur.
Tidak kalah penting, kondisi di belakang juga perlu diperiksa. Kaca spion harus digunakan untuk memastikan tidak ada kendaraan lain yang sedang melakukan manuver dari belakang.
Area blind spot juga perlu diperhatikan. Pengendara dapat melakukan pengecekan singkat ke sisi kendaraan untuk memastikan tidak ada objek yang luput dari pandangan kaca spion, dengan tetap menjaga perhatian terhadap kondisi di depan.
Ketika situasi sudah dinilai aman, berikan tanda kepada pengguna jalan lainnya. Lampu sein kanan perlu dinyalakan sebelum berpindah jalur agar kendaraan di sekitar dapat memahami rencana pergerakan.
Klakson juga dapat digunakan secara wajar apabila diperlukan untuk memberi tahu kendaraan di depan mengenai keberadaan pengendara.
Saat manuver dilakukan, pengendara tetap harus menjaga jarak yang cukup dengan kendaraan yang didahului. Hindari bergerak terlalu dekat, memotong jalur secara tiba-tiba maupun terlalu lama berada sejajar dengan mobil, bus atau truk.
Kecepatan juga harus tetap terkendali dan tidak melebihi batas aman. Setelah berhasil melewati kendaraan, pengendara sebaiknya kembali ke jalur dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.
Safety Riding Instructor Astra Motor Kaltim 1, Rissang Ferisandy, mengatakan keputusan untuk mendahului harus didasarkan pada kondisi yang benar-benar aman, bukan sekadar perkiraan pengendara.
“Pengendara perlu memastikan kondisi di depan, samping, dan belakang benar-benar aman sebelum mendahului. Jangan mengambil keputusan hanya karena merasa memiliki ruang. Apabila masih ragu, bersabar dan tetap berada di belakang merupakan pilihan terbaik,” ujar Rissang.
Menurut Astra Motor Kaltim 1, keselamatan tidak seharusnya dikorbankan hanya demi memangkas waktu perjalanan beberapa menit. Ketika kondisi belum memungkinkan, bersabar justru menjadi bentuk kedewasaan dalam berkendara.
Pengendara juga diingatkan untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Kondisi sepeda motor pun perlu dipastikan dalam keadaan prima sebelum digunakan.
Melalui semangat #Cari_Aman, Astra Motor Kaltim 1 mengajak pengendara membangun kebiasaan untuk berpikir sebelum bermanuver. Sebab, di jalan raya, keputusan terbaik bukan selalu menjadi yang paling cepat, melainkan keputusan yang membuat pengendara dan pengguna jalan lainnya tetap selamat sampai tujuan. (*)






