SMPN 29 Diproyeksikan Kurangi Kepadatan Sekolah Negeri di Balikpapan Utara

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pembangunan SMP Negeri (SMPN) 29 di kawasan Perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan peserta didik di sekolah-sekolah negeri, sekaligus menambah daya tampung siswa di wilayah utara Kota Balikpapan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan pembangunan sekolah baru tersebut merupakan langkah penting untuk mengimbangi pertumbuhan kawasan permukiman di Balikpapan Utara yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, progres pembangunan hingga akhir Juli 2026 berjalan sesuai rencana, bahkan telah melampaui target yang ditetapkan.

“Alhamdulillah, pembangunan SMPN 29 yang sementara ini dibangun di Grand City sesuai dengan target. Bahkan, berdasarkan informasi dari Disdikbud Balikpapan, progresnya telah melampaui target yang ditetapkan,” ujar Gasali kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kontrak sehingga sekolah sudah dapat dimanfaatkan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2027/2028.

“Karena pelaksanaannya berjalan sesuai kontrak, tentu kami berharap akhir Desember sudah rampung. Dengan begitu, saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2027/2028, sekolah ini sudah dapat digunakan. Harapan kami, kontraktor dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan,” katanya.

SMPN 29 dibangun di atas lahan hibah dari pengembang Grand City dengan anggaran APBD sebesar Rp18,47 miliar. Sekolah tersebut akan dilengkapi 12 ruang kelas, aula multifungsi, lapangan olahraga, dan area parkir.

Gasali menilai keberadaan SMPN 29 akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya tampung peserta didik, terutama bagi warga Kelurahan Graha Indah, Gunung Samarinda Baru, dan kawasan Balikpapan Utara sekitarnya.

Dengan bertambahnya sekolah negeri, masyarakat diharapkan memiliki pilihan yang lebih dekat untuk mengakses pendidikan, sekaligus mengurangi kepadatan siswa di sekolah-sekolah negeri yang selama ini menjadi tujuan utama saat pelaksanaan SPMB. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *