PLN Siapkan Listrik Raksasa 75 MVA untuk PT BIB, Industri Tanah Bumbu Bersiap Tancap Gas!

Lintasbalikpapan.com, TANAH BUMBU — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) mulai mempersiapkan penyambungan daya jumbo 75 MVA untuk kebutuhan listrik Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Borneo Indobara (BIB) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Langkah strategis ini ditinjau langsung oleh jajaran pimpinan PLN UIP KLT pada Kamis (9/7) sebagai bagian dari upaya menghadirkan pasokan listrik industri yang besar, stabil, dan andal demi mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Peninjauan lapangan dipimpin oleh General Manager PLN UIP KLT Dewanto, didampingi Senior Manager Operasi Konstruksi 1 Ardiansyah, Manager PLN UPP KLT 4 Ismail Hartanto Kartojo, serta tim dari Pusat Manajemen Proyek Unit Pengendalian Manajemen Konstruksi II (Pusmanpro UPMK II).

Daya Jumbo untuk Industri Besar
Penyambungan daya 75 MVA merupakan kapasitas yang sangat besar dan disiapkan untuk menopang kebutuhan operasional industri skala tinggi milik PT BIB. PLN menilai pasokan listrik yang andal menjadi kunci utama menjaga kelancaran produksi sekaligus memperkuat ekosistem hilirisasi industri di Kalimantan Selatan.

“PLN berkomitmen menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri. Penyambungan 75 MVA untuk PT Borneo Indobara menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung kelancaran operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi di Kalimantan Selatan,” ujar Dewanto.

Menurutnya, dukungan kelistrikan untuk sektor industri tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kalimantan Selatan.

Tak Sekadar Listrik, PLN Bidik Industri Rendah Emisi
Menariknya, proyek ini juga dikaitkan dengan agenda transisi energi dan pengurangan emisi karbon. PLN mendorong pemanfaatan listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di kawasan operasional industri.

“Elektrifikasi di sektor industri dapat menjadi bagian dari upaya menekan emisi karbon, terutama ketika listrik digunakan untuk menggantikan sebagian kebutuhan energi berbasis bahan bakar fosil dalam operasional. Hal ini sejalan dengan komitmen PLN mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan,” tambah Dewanto.

PLN Periksa Semua Detail, dari Risiko hingga Material Utama
Dalam peninjauan tersebut, PLN tidak hanya melihat kondisi lapangan, tetapi juga membahas kesiapan teknis, kelengkapan administrasi, mitigasi risiko, serta penyiapan material utama agar seluruh tahapan konstruksi dapat berjalan sesuai target.

Koordinasi lintas unit terus diperkuat untuk memastikan proses penyambungan berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar PLN.

UPP KLT 4: Jangan Sampai Ada Kendala di Lapangan
Manager PLN UPP KLT 4 Ismail Hartanto Kartojo menegaskan bahwa pengecekan langsung ke lokasi menjadi langkah penting sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

“Melalui peninjauan langsung ini, tim dapat memastikan kondisi aktual di lapangan, kebutuhan teknis, serta potensi risiko yang perlu dimitigasi sejak awal. Dengan perencanaan yang matang, proses konstruksi diharapkan dapat berjalan lebih efektif, aman, dan tepat waktu,” jelas Ismail.

Ia menambahkan, pihaknya terus memastikan seluruh aspek pelaksanaan siap, mulai dari koordinasi teknis, pemenuhan administrasi, hingga dukungan konstruksi di lapangan.

“UPP KLT 4 bersama seluruh pihak terkait terus memastikan kesiapan teknis dan administrasi agar proses penyambungan dapat berjalan sesuai target. Kami juga memperkuat koordinasi lapangan agar setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas,” tegasnya.

Tanah Bumbu Bersiap Jadi Magnet Industri?
Penyiapan penyambungan daya 75 MVA ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan energi industri di Kalimantan Selatan terus meningkat. Dengan infrastruktur kelistrikan yang semakin kuat, PLN berharap aktivitas usaha dapat tumbuh lebih agresif, hilirisasi industri semakin berkembang, dan peluang ekonomi baru terbuka lebih luas bagi daerah.

Selain mendukung produktivitas industri, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang PLN untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan mendukung pengurangan emisi karbon melalui elektrifikasi operasional industri.

Dengan proyek listrik raksasa ini, Tanah Bumbu tampaknya sedang bersiap memasuki babak baru sebagai salah satu kawasan industri strategis di Kalimantan Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *