Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan mencatat delapan jemaah haji meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 2026 di Tanah Suci. Mayoritas jemaah yang wafat merupakan lanjut usia (lansia) berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti hipertensi serta gangguan jantung.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan kloter pertama yang tiba merupakan jemaah asal Samarinda. Mereka dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan pada 7 Juni 2026 pukul 23.10 WITA menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4401.
“Berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan proses kedatangan jemaah berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Suharto, PPIH telah melakukan koordinasi lintas sektoral dengan berbagai instansi terkait, mulai dari pengelola bandara, maskapai penerbangan, Imigrasi, Bea Cukai, hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Selain itu, aparat keamanan dari Polda Kalimantan Timur dan unsur TNI juga dilibatkan untuk menjaga ketertiban selama proses debarkasi berlangsung. PPIH memastikan seluruh alur pelayanan terus dievaluasi dan disempurnakan agar jemaah memperoleh pelayanan terbaik setibanya di tanah air.
Di tengah persiapan pemulangan tersebut, PPIH juga mencatat sejumlah dinamika selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Selain delapan jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci, terdapat pula 17 calon jemaah haji yang terpaksa menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.
Dari jumlah tersebut, dua calon jemaah diketahui dalam kondisi hamil. Sementara lainnya menjalani pengobatan kanker dan perawatan medis rutin, termasuk cuci darah.
“Keberangkatan mereka ditunda dan direncanakan kembali pada musim haji tahun depan setelah kondisi kesehatan memungkinkan,” pungkas Suharto. (yud)








